Pasien yang Tak Jujur Bisa Dipidana – Kendari Pos
Buton

Pasien yang Tak Jujur Bisa Dipidana

dr. Ramli Code


KENDARIPOS.CO.ID – Meski masih masuk dalam zona hijau pandemi Covid-19, namum penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh paramedis di Kabupaten Buton terbilang boros. Dalam sehari, APD terpakai untuk penanganan dan pencegahan virus corona bisa ratusan pasang. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) misalnya, 50 pasang APD bisa digunakan setiap hari.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton, dr. Ramli Code, membenarkan fakta itu. Menurutnya, pengalaman pada sejumlah rumah sakit di Indonesia harus dijadikan pembelajaran. Ketika tidak jujur terkait keluhan dan riwayat perjalanan dan penyakitnya, maka petugas medis ikut terancam ketika pasien dinyatakan positif corona.
“Kan kita lihat sendiri, banyak yang kecolongan karena dibohongi pasien. Saat sudah positif, maka paramedis ikut dikarantina. Kalau hal seperti ini terjadi di Buton, bisa-bisa rumah sakit kita tidak ada pelayanan. Karena tenaga medis terbatas,” jelas Ramli Code, Senin (11/5).

Makanya, dalam setiap tindakan yang diberikan pada pasien, para petugas medis memperlengkapi diri dengan APD. “Yang masuk UGD atau ke laboratorium, ditangani dengan APD lengkap. Makanya banyak pakai APD. Logikanya begini, misalnya di UGD ada dua dokter dan lima perawat, berarti sudah 7. Tiap delapan jam APD dibuka lalu buang. Jadi bisa 50 set habis dalam sehari,” rincinya.

Saat ini stok APD di RSUD Buton masih ada 1000 set lebih. Persediaan akan ditambah jika stok sudah menipis. “APD memang mahal, tapi dalam situasi seperti ini, langkah pencegahan lebih baik. Bahkan kita juga sudah pasang baliho, pasien yang berbohong saat ditanya dokter itu bisa kena pidana. Karena ini memang hal penting,” ancam Ramli Code. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy