Parlemen Kritik Habis-habisan Kartu Prakerja – Kendari Pos
Nasional

Parlemen Kritik Habis-habisan Kartu Prakerja


KENDARIPOS.CO.ID — 11 Mei kemarin tepat sebulan program kartu prakerja diluncurkan. Kendati demikian, masalah teknis masih saja muncul. Penolakan dari berbagai kalangan juga belum mereda. Setiap saat Yusuf mengecek website program kartu prakerja. Dia berharap gelombang keempat pendaftaran ”kartu sakti” andalan Presiden Jokowi itu dibuka. Namun, sampai kemarin harapannya sia-siap. Belum ada tanda-tanda pembukaan pendaftaran gelombang keempat.

Warga Bogor yang berdomisili di Tangerang Selatan tersebut berstatus penganggur atau pencari kerja. Dia sudah mencoba peruntungan dengan mendaftar prakerja sejak awal program itu dibuka. Namun, namanya tidak kunjung muncul saat pengumuman kelulusan. Namun, Yusuf pantang putus asa. ”Saya akan mencoba terus,” katanya, Senin (11/5).

Menurut informasi yang dia terima, setiap pelamar yang belum lolos masih berkesempatan mendaftar kembali sampai gelombang kedelapan. Untung, untuk mendaftar pada setiap gelombang, dia tidak perlu mengisi form dan meng-upload KTP kembali.

Yusuf bisa dibilang agak apes. Sebab, saat diumumkan kelulusan peserta gelombang pertama pada 17 April lalu, namanya muncul sebagai pelamar yang lolos. Tetapi, beberapa hari kemudian, namanya dinyatakan belum berhasil. Dia mengaku sangat kecewa.

”Kenapa kalau saya gagal, tidak sejak awal disampaikan,” tuturnya, bernada tanya. Dia berharap, jika ada sistem yang masih error, segera diperbaiki. Termasuk jika ada kendala sampai membuat pendaftaran gelombang keempat tidak kunjung dibuka. Pembenahan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, di lapangan banyak sekali pencari kerja yang berharap lolos dalam program prakerja.

Lain lagi cerita Darsih, pelamar prakerja yang tinggal di Jakarta. Dia bersyukur karena dinyatakan lulus gelombang kedua. ”Uang untuk pelatihan online Rp 1 juta juga sudah masuk ke akun,” katanya. Namun, dia baru menggunakan Rp 50 ribu saja. Darsih sudah mengikuti pelatihan online. Namun, sampai kemarin belum menerima sertifikat hasil pelatihan.

Meski saldo di akunnya masih banyak, Darsih ternyata tidak bisa mengikuti pelatihan online berikutnya. Dia berharap sistem prakerja bisa berjalan normal supaya sisa saldo bisa digunakan untuk membeli paket pelatihan online.

Peserta prakerja yang lain, Najib Munandar, mengatakan bahwa uang untuk pelatihan online di akunnya tinggal Rp 300 ribu. Sebelumnya dia membeli paket pelatihan online di Skill Academy seharga Rp 700 ribu. ”Saya beli paket pelatihan bahasa Inggris, TOEFL,” jelasnya.

Pekerja hotel bintang empat yang sedang dirumahkan itu sudah mengikuti seluruh paket pelatihan bahasa Inggris tersebut. Dia juga sudah mendapatkan sertifikat. Selain itu, mendapatkan sejumlah modul pelatihan dalam bentuk file PDF (portable document format).

Pria yang tinggal di Pontianak itu menyelesaikan pelatihan online pada 23 April. Kemudian, uang tunjangan atau insentif Rp 600 ribu cair pada 5 Mei. Di akunnya terlihat uang insentif sudah muncul untuk Mei, Juni, Juli, dan Agustus. Namun, yang bisa dicairkan baru Mei.

Pada bagian lain, Direktur Komunikasi, Kemitraan, dan Pengembangan Ekosistem Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengakui, pihaknya masih membenahi sistem. Khususnya menangani antrean transaksi (backlog) pengguna kartu prakerja gelombang pertama dan kedua.

Menurut dia, tidak sedikit kesalahan teknis yang membuat data peserta tidak dapat diverifikasi. Misalnya, NIK (nomor induk kependudukan) maupun tanggal lahir yang tidak sesuai database. Panji menilai, mungkin ada peserta yang salah ketik saat memasukkan data.
”Hal itu terhitung menjadi backlog. Kami masih menyelesaikan itu,” ucap Panji.

Pihaknya juga belum menentukan pelaksanaan kartu prakerja gelombang ketiga. Karena itu, Panji belum bisa memastikan kapan pendaftaran gelombang keempat dibuka. Meski begitu, dia memastikan, insentif untuk peserta gelombang pertama sudah disalurkan. ”Sejak Rabu (6/5) insentif disalurkan ke peserta setelah menyelesaikan paket pelatihannya,” katanya.

Sementara itu, dari sekian banyak pelatihan, platform milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendapat atensi cukup besar. Tercatat sudah 25 ribu peserta yang mengikuti pelatihan online melalui sistem informasi ketenagakerjaan (sisnaker). ”Pelatihan paling diminati itu yang terkait IT,” ujar Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Harmonisasi Standar Kompetensi Kemenaker Muchtar Azis.

Misalnya, desain grafis. Pelatihannya dilakukan secara online yang memungkinkan komunikasi dua arah. Dia mencontohkan desain grafis dengan total waktu pelatihan 20 jam pelajaran. Biasanya, durasi waktu penyelesaian pelatihan itu bergantung pada penjadwalan program. Ada yang 3, 4, sampai 5 pertemuan.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy