Obsesi IAIN Kendari Menjadi UIN Tertunda – Kendari Pos
Edukasi

Obsesi IAIN Kendari Menjadi UIN Tertunda

Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd. Rektor IAIN Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari saat ini tengah bersiap untuk berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Proses alih status IAIN pun terjadi pada 2020. Namun, sejak Covid-19 mewabah, proses persiapan jadi sedikit terganggu.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad menuturkan pada Kendari Pos, bahwa ikhtiar sivitas akademika IAIN Kendari berubah menjadi UIN pada 2020 sangat tinggi. Tetapi karena adanya bencana pandemi Covid-19 ini, maka persiapan transformasi IAIN menuju UIN turut berdampak.

“Saat ini kita masih terus berusaha dengan terus melakukan Koordinasi dengan pihak kementerian, tapi kan untuk pemberkasan agak tertunda karena jadi prioritas sekian oleh pemerintah. Namun, pemberkasan yang bersifat administratif tetap dilakukan meskipun secara online,” terangnya.

Obsesi Prof. Dr. Faizah Binti Awad menjadikan IAIN Kendari menjadi UIN sangatlah tinggi. Hal tersebut terlihat setelah dirinya dilantik pada 8 April 2019 oleh Mentri Agama Republik Indonesia (Menag-RI). “Setelah resmi menjadi IAIN, kami ingin mengembangkan diri menjadi lebih besar lagi dengan beralih satus menjadi UIN. Hal ini terus kita upayakan dengan meminta dukungan berbagai pihak guna mendorong eksistensi IAIN Kendari di kancah internasional, serta melakukan akselerasi untuk melahirkan guru besar,” ujarnya

Untuk itu, berbagai persiapan dilakukan oleh pihaknya. Mulai dari menjajaki kerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri hingga luar negeri, terus meningkatkan layanan prasarana yang baik, hingga jumlah mahasiswa yang terus meningkat dari tahun ketahun. “IAIN Kendari berobsesi untuk dapat bergerak maju menuju UIN,” ucap Rektor Perempuan pertama IAIN Kendari ini, Kamis (7/5).

“Setelah resmi menjadi IAIN, kami ingin mengembangkan diri menjadi lebih besar lagi dengan beralih satus menjadi UIN. Hal ini terus kita upayakan dengan meminta dukungan berbagai pihak guna mendorong eksistensi IAIN Kendari di kancah internasional, serta melakukan akselerasi untuk melahirkan guru besar,” ujarnya.
Pengganti Dr. Nur Alim ini, menyadari sepenuhnya bahwa proses peralihan menjadi UIN bukanlah hal yang mudah namun dapat diwujudkan dengan semangat dan komitmen dari seluruh pimpinan mulai dari wakil rektor, sampai pada ketua program studi serta pjabat struktural IAIN Kendari. “Untuk target IAIN Kendari ini beralih status pada 2020 tahun ini. Tapi karena adanya Covid-19 yang terjadi hari ini, mau tidak mau berdampak pada hal tersebut. Namun progres persiapan kami menuju UIN tidak begitu terganggu. Karena beberapa syarat yang bersifat administrasi kita penuhi secara online,” terangnya.

Sekanjutnya, ia menyebut bahwa IAIN Kendari sebelumnya berstatus sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) sejak tahun 1997. Kemudian kampus ini secara resmi beralih status menjadi IAIN Kendari pada tanggal 17 Oktober 2014. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy