Neraca Perdagangan Sultra Januari Hingga Maret 2020 Surplus – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Neraca Perdagangan Sultra Januari Hingga Maret 2020 Surplus

Nelayan di perairan Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu. Kelompok komoditi ikan dan udang berada di urutan kedua yang memberikan kontribusi ekspor Sultra pada Maret 2020 dengan nilai US$0,75 juta.


KENDARIPOS.CO.ID — Nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Maret 2020 mengalami surplus sebesar US$11,09 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan Sultra selama Januari hingga Maret 2020 mengalami surplus US$41,79 juta. Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-Maret 2019), dimana nilai neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami surplus US$227,86 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai impor Sultra pada Maret 2020 tercatat US$136,38 juta atau mengalami penurunan sebesar 6,75 persen dibanding impor Februari 2020 yang tercatat US$146,25 juta.

“Selama periode Januari 2019 sampai Maret 2020, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada bulan November 2019 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta,” ujar Edy Mahmud, kemarin.

Dikatakan, impor Sultra Maret 2020 didominasi oleh kelompok komoditi bahan bakar mineral dengan nilai US$62,49 juta (45,82 persen) dan di urutan kedua adalah kelompok komoditi mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nlai US$30,57 juta (22,42 persen). Penurunan terbesar impor Sultra Maret 2020 dibanding Februari 2020 terjadi pada kelompok komoditi mesin-mesin/pesawat mekanik senilai US$9,81 juta (24,30 persen). Penurunan impor terbesar dari negara Tiongkok senilai US$22,85 juta (24,48 persen).

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-Maret 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$227,10 juta (60,59 persen), diikuti Australia dengan nilai US$71,18 juta (18,99 persen), dan Singapura US$45,85 juta (12,23 persen). Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 91,81 persen dari total impor Sultra pada Januari-Maret 2020. Menurut golongan penggunaan barang, selama Maret 2020 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar yaitu 81,12 persen dengan nilai US$110,64 juta.

“Selama Januari-Maret 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami kenaikan sebesar US$0,45 juta (253,59 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 224,10 persen atau senilai US$192,94 juta dan barang modal naik 285,75 persen atau senilai US$70,49 juta,” bebernya.

Sementara, nilai ekspor Sultra pada Maret 2020 mengalami kenaikan sebesar 46,52 persen dibanding Februari 2020 yaitu dari US$100,65 juta menjadi US$147,47 juta dengan volume ekspor tercatat naik 55,09 persen dibanding Februari 2020 yaitu dari 56,20 ribu ton menjadi 87,16 ribu ton. Komoditi yang selama ini menjadi andalan ekspor Sulawesi Tenggara antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar pada benua Asia, Australia, dan Eropa.

Secara kumulatif, kata Edy, total ekspor Sultra Januari sampai Maret 2020 tercatat US$416,62 juta atau naik 22,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Sebaliknya, volume ekspor kumulatif Januari-Maret 2020 mengalami penurunan 90,80 persen dibanding Januari-Maret 2019 yaitu dari 3.243,67 ribu ton menjadi 416,62 ribu ton.

Ekspor Sultra sepanjang Maret 2020 didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$146,10 juta, selanjutnya kelompok komoditi ikan dan udang di urutan kedua dengan nilai US$0,75 juta, dan kelompok komoditi buah-buahan di urutan ketiga dengan nilai US$0,41 juta. Kenaikan terbesar ekspor pada Maret 2020 dibanding Februari 2020 terjadi pada kelompok komoditi besi dan baja senilai US$ 48,25 juta (49,31 persen).

Berdasarkan negara tujuan ekspor, secara kumulatif Januari-Maret 2020, ekspor utama Sulawesi Tenggara yakni Tiongkok, India, Korea Selatan, Vietnam dan Amerika Serikat masing-masing dengan nilai US$371,02 juta, US$31,91 juta, US$9,23 juta, US$1,36 juta, dan US$1,32 juta.

“Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,57 persen dari total ekspor Sulawesi Tenggara pada periode Januari-Maret 2020,” imbuh Edy.

Ia menyebut, kenaikan ekspor Sultra pada Maret 2020 diikuti oleh naiknya ekspor ke tiga negara tujuan utama yaitu Tiongkok naik senilai US$42,26 juta (naik 47,75 persen), India naik senilai US$4,52 juta (naik 56,68 persen), dan Korea Selatan naik senilai US$0,56 juta (naik 20,00 persen).

Menurut sektor ekonomi, ekspor Sultra Maret 2020 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$146,96 juta (99,65 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,51 juta (0,35 persen).

“Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-Maret 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 98,72 persen, ekspor produk pertambangan 0,37 persen dan sisanya 0,91 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy