Mendagri Usulkan Daerah yang Taat Diberi Penghargaan – Kendari Pos
Nasional

Mendagri Usulkan Daerah yang Taat Diberi Penghargaan

Warga berbelanja kebutuhan di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta. SALMAN TOYIBI/JAWA POS

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan memberikan penghargaan pada daerah yang taat protokol kesehatan. Tujuannya, agar semua masyarakatnya dihargai dan diapresiasi. “Jadi setiap daerah termasuk komponen masyarakat saling meningkatkan disiplin, saling menerapkan kesadaran kolektif sehingga seluruh wilayah bergerak mengurangi Covid-19,” ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo? usai menggelar rapat dengan Presiden Jokowi dan Mendagri Tito Karnavian, Rabu (27/5).

Doni juga mengatakan, dalam rapat tersebut Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden Jokowi betapa pentingnya daerah-daerah bisa menurunkan angka penularan virus Korona. “Selanjutnya Mendagri juga melaporkan tentang pentingnya seluruh daerah berlomba-lomba menekan angka kasus yang terjadi baik setiap hari maupun mingguan,” ujar Doni.

Kemudian, lanjut Doni, nantinya setelah daerah berhasil menurunkan kasus penularan virus Korona. Maka akan diberikan penghargaan atau reward oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bentuk pencapaian kesuksesannya. “Jadi nantinya mereka akan diberikan reward,” katanya.

Penghargaan tersebut menurut Doni diberikan agar masyarakat di setiap daerah tersebut bisa memiliki kesadaran dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah.
“Agar setiap daerah termasuk komponen masyarakat saling meningkatkan disiplin mentaati protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sebanyak 53,8 persen publik merasa tidak puas dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam menangani Covid-19. Sedangkan 45,9 persen responden mengaku puas. Itu terlihat dari hasil survei yang dirilis Indo Barometer bekerja sama dengan Puslitbangdiklat RRI. ”Melihat hasil survei opini masyarakat ini, pemerintah harus mengubah kinerjanya dalam penanganan Covid-19,” tutur Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam paparannya.

Ada sejumlah alasan mengapa mayoritas warga tak puas dengan cara pemerintah pusat menangani wabah tersebut. Pertama, 17,3 persen masyarakat menilai kebijakan pemerintah tidak konsisten. Dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) misalnya. Di satu sisi, pemerintah menganjurkan agar warga tidak mudik dan tetap berada di rumah. Namun, di sisi lain, operasi transportasi dibuka. ”Itu memicu kebingungan publik,” ujar Qodari.

Alasan lain yang mendasari ketidakpuasan publik dalam penanganan Covid-19 adalah pemerintah dianggap lamban dalam mendistribusikan bantuan sosial (10,7 persen). Data penerima bantuan tidak akurat (10,1 persen), kebijakan presiden dan pembantunya sering berbeda (8,9 persen), pasien terinfeksi makin banyak (6 persen), tidak tegas terhadap TKA (5,4 persen), hingga penerapan PSBB tidak serius (5,4 persen).

Di sisi lain, penanganan Covid-19 oleh pemerintah provinsi (pemprov) dinilai sedikit lebih baik daripada pemerintah pusat. Sebanyak 57,3 persen responden menilai kinerja gubernur sudah memuaskan. Perinciannya, 53,3 persen merasa puas dan 4 persen merasa sangat puas. Sedangkan 41,1 persen menilai kinerja gubernur tidak memuaskan.

Salah satu alasan penanganan di level provinsi dinilai lebih bagus adalah gubernur dianggap lebih tanggap (26,2 persen). Pemprov juga dinilai maksimal dalam mencegah penularan (22,7 persen), PSBB berjalan baik (6,2 persen), serta gubernur dinilai lebih mengerti kondisi daerah daripada pemerintah pusat (6,2 persen). ”Sebaliknya, banyak juga gubernur yang dinilai lambat dalam distribusi bantuan,” ucap Qodari.

Survei yang digelar pada 12–18 Mei 2020 itu difokuskan di tujuh provinsi besar. Meliputi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Itu setara dengan 64,9 persen populasi nasional.

Jumlah responden sebanyak 400 orang dengan margin of error 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy