Masa Transisi Menuju New Normal : Siswa Tetap belajar di Rumah, Fokus Pendidikan Kecakapan Hidup – Kendari Pos
Nasional

Masa Transisi Menuju New Normal : Siswa Tetap belajar di Rumah, Fokus Pendidikan Kecakapan Hidup

Ilustrasi Siswa

KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan dalam dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 terus diatur sebaik mungkin demi menjamin kelangsungan belajar generasi bangsa. Pertanggal 29 Mei, masa belajar di rumah telah berakhir seiring berakhirnya masa darurat yang dikeluarkan BNPB.

Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sultra, Asrun Lio mengatakan aktivitas belajar siswa, Dikbud Sultra merujuk pada pedoman yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri
nomor 440-830 tahun 2020 tanggal 27 Mei 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 bagi ASN di lingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah.

Kebijakan Mendagri itu nantinya akan diikuti surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Mengingat masa belajar di rumah sudah berakhir 29 Mei, kemarin, maka Dikbud Sultra mengeluarkan surat nomor 421/2847/DPK perihal protokol pandemi pada masa transmisi menuju tatanan normal (new normal). Surat Dikbud Sultra itu merujuk pada surat Mendagri.

“Di sini dibahas mengenai masa transisi. Hal ini akan dilakukan selama dua minggu ke depan mulai besok (hari ini, red). Nah karena sudah ada surat dari Kemendagri dan kita berpedoman pada itu, bahwa dua minggu ke depan untuk institusi pendidikan masih disebut dengan masa transisi. Setelah masa transisi berakhir kita baru memasuki era baru yang namanya new normal,”jelas Asrun Lio kepada Kendari Pos, Jumat (29/5) kemarin.

Proses pembelajaran di masa transisi tetap dilaksanakan dari rumah. Fokusnya pada aspek pendidikan kecakapan hidup. Salah satunya adalah mengenai kecakapan hidup di tengah pandemi Covid-19. Aktivitas belajar di rumah diberi umpan balik oleh guru dan menjadi bahan penilaian melalui tugas-tugas sekolah.

Asrun Lio menjelaskan dari hasil evaluasi belajar di rumah selama masa pandemi Covid-19 menunjukkan pelaksanaannya belum maksimal dan belum diikuti oleh seluruh peserta didik. Sehingga ujian akhir semester (UAS) untuk kenaikan kelas diutamakan dari nilai portofolio rapor semester satu dan atau prestasi yang dicapai siswa dalam mengikuti lomba selama tahun pelajaran 2019/2020 serta hasil penugasan. “Setiap satuan pendidikan mempersiapkan secara maksimal pelaksanaan tata kelola urusan akademik kenaikan kelas secara daring maupun luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, ” terangnya.

Dalam masa transisi selama dua pekan ini, area institusi pendidikan harus dipastikan tersedia sarana cuci tangan memadai, para siswa dipastikan mendapatkan masker yang disiapkan Dikbud Sultra. “Dan tentu protokol-protokol kesehatan yang lainya menghadapi new normal ini tetap berpedoman pada protokol kesehataan. Misalnya memakai masker, menjaga jarak, dan belum bisa dilakukan pertemuan-pertemuan dengan pedoman terbatas.

“New normal dalam dunia pendidikan masih dalam pembatasan-pembatasan. Juli nanti akan ada surat lagi terkait waktu pasti new normal. Setelah masa transisi ini, tanggal 22 akan dibuka PPDB. Hari ini kita keluarkan surat protokol pandemi covid-19 pada masa transisi ini, dan sudah ditembuskan kepada kepala-kepala sekolah SMA/SMK se Sultra, dimana kita merujuk pada putusan Mendagri 27 Mei,” pungkas Asrun Lio. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy