Mahasiswa Asal Sultra “Terkurung” di Jogja – Kendari Pos
Edukasi

Mahasiswa Asal Sultra “Terkurung” di Jogja

Direktur Kemahasiswaan Unpak Bogor Luncurkan Bantuan

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi terkini keadaan para mahasiswa asal Sultra yang melanjutkan pendidikan di Jogjakarta, mengundang keprihatinan para alumni. Koordinator Penanganan Mahasiswa Jogja yang terkena dampak Covid 19, Izhar Saleh menjelaskan, sebanyak 76 mahasiswa asal Sultra yang menetap di dua asrama mahasiswa Sultra di Jogja benar-benar memprihatinkan. “Mereka benar-benar kesulitan. Harus segera dibantu. Sebenarnya, kondisi ini sudah berlangsung satu bulan lebih. Mereka hanya dapat bantuan Pemda DIY sebanyak 10 paket sembako untuk Asrama Putera dan 9 paket untuk Asrama Puteri,” tutur Izhar.

Kesulitan ini, lanjut Izhar telah pula dilaporkan ke Pemprov Sultra. Hanya, hingga sekarang belum ada realisasi. “Saya tidak tahu, apakah bantuan Pemda DIY melalui BPBD DIY yang 19 paket Sembako itu merupakan bantuan Pemda Sultra yang disalurkan melalui Pemda DIY, ataukah memang bantuan murni Pemda DIY,” kata Izhar

Bantuan yang hanya 19 paket Sembako ini, kata alumni Kedokteran Gigi UGM ini, sangat tidak mencukupi dibanding jumlah mahasiswa Jogja secara keseluruhan. “76 orang itu kan hanya yang menempati Asrama putera dan putri. Masih banyak mahasiswa asal Sultra yang kos-kosan di luar sana,” katanya.

Prihatin dengan kondisi ini, Izhar kemudian menghubungi para alumni. Alhasil, salah seorang alumni yang kini menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan, Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Ir. Arif Mudyanto MT, langsung bergerak. “Saya sudah kirim bantuan. Sebagai alumni saya terpanggil dan, sebagai orang Sultra, saya lebih terpanggil lagi,” tutur Arief Mudyanto.

Sebenarnya kata dia, bantuan yang ia salurkan itu terlambat oleh karena infonya juga, ia terlambat peroleh. “Andai dari bulan lalu adik-adik di Jogja menginformasikan ke kita, saya yakin, adik-adik di Asrama itu akan cepat tertangani,” tutur Arif yang berdarah Muna-Wakatobi-Buton ini. “Sudah lama saya hidup di tanah Jawa. Tapi kalau mendengar Sultra serasa ada orang tua disamping saya. Saya ini kan Bapak Wakuru, Mama saya Wakatobi campuran Buton. Kapan-kapan saya akan ke Sultra. Untuk sekarang, kita atasi dulu keluhan adik-adik yang kuliah di Jogja,” tambahnya.

Informasi yang ia terima, lanjut Alumni Universitas Atma Jaya Jogjakarta ini, para mahasiswa asal Sultra ini terkurung setelah Pemda DIY memberlakukan PSBB akibat Covid 19. Andai tak diberlakukan PSBB, kemungkinan besar mereka akan pulang ke Sultra, karena sistem perkuliahan juga dilakukan secara online. “Pandemi Covid 19 ini benar-benar membatasi ruang gerak kita. Mahasiswa yang kesulitan di daerah orang pun harus kita atasi jarak jauh. Kalau sanggup, ya, kita lakukan. Dan, Alhamdulillah, saya bisa berbagi,” tuturnya.(ong)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy