“KTP Khusus” di Era New Normal Covid-19 – Kendari Pos
Nasional

“KTP Khusus” di Era New Normal Covid-19


KENDARIPOS.CO.ID — Kartu Identitas Regulasi PSBB (KIRAB) diusulkan menjadi alat deteksi Covid-19 yang efektif di era New Normal. Kartu itu bisa menjadi alarm untuk mengetahui setiap individu masuk kategori hijau, merah, atau kuning sebagai tolak ukur dalam kehidupan bermasyarakat. Usulan ini diungkapkan oleh sejumlah ahli agar kartu tersebut bisa menjadi ‘KTP di Era New Normal’. Bagaimana cara kerjanya?

Kartu KIRAB diluncurkan dan diharapkan mampu menjadi sistem penilaian diri sekaligus sistem registrasi nasional Covid-19 berbasis individu. KIRAB merupakan ide pelabelan Platform aplikasi bantujiwa.com yang dikembangkan oleh Indonesian Medical Education Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI FKUI). Kartu ini didukung oleh Ikatan dokter Indonesia (IDI) berkolaborasi dengan BantuJiwa, start up kesehatan digital. Kartu itu langsung mengidentifikasi setiap penduduk Indonesia menjadi merah, kuning atau hijau.

Menurut Guru Besar FKUI sekaligus Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) FKUI-RSCM Prof.Dr.dr.Budi Wiweko, SpOG (K), berbagai upaya telah banyak dikerjakan pemerintah dengan fokus pada tindakan pencegahan seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diawali pelaksanaannya di Jakarta pada tanggal 10 April 2020. Di samping itu penapisan massal digelar di banyak kota besar dengan total jumlah pemeriksaan mencapai ratusan ribu.

“Berkaca pada pengalaman Taiwan yang sukses mengendalikan kasus Covid-19 dengan menggunakan teknologi dan data yang terintegrasi. Maka saat ini diperlukan pembangunan data penduduk Indonesia tentang Covid-19, yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah,” katanya dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

Menurutnya, data yang terintegrasi merupakan sebuah keniscayaan dalam bidang kesehatan. Terkait KIRAB, Prof Budi Wiweko, menjelaskan kartu KIRAB merupakan salah satu solusi. Kartu
KIRAB merah mewakili pasien Covid-19 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kartu KIRAB kuning mewakili Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Sedangkan kartu KIRAB hijau untuk yang sehat dan negatif Covid-19.

Kartu KIRAB merah direkomendasikan untuk istirahat di RS. Sedangkan KIRAB kuning untuk isolasi mandiri. Dan KIRAB hijau dapat beraktivitas menggunakan masker serta menjaga physical distancing.

“Jumlah dan posisi kartu KIRAB akan tampak secara real time, sehingga dapat menggambarkan keberhasilan isolasi mandiri dan mobilitas penduduk saat PSBB,” katanya.

“Di samping itu akan dikirimkan notifikasi reguler kepada seluruh pemegang KIRAB mengenai edukasi untuk mencegah stres selama isolasi atau alarm pengingat bagi setiap penduduk tentang jadwal pemeriksaan ulang Covid 19 bila dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam presentasinya, ia juga menyampaikan manfaat utama KIRAB. Semua data yang tersimpan
akan dimanfaatkan Pemerintah untuk melakukan pengawasan secara kohort terhadap setiap penduduk Indonesia yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi Sarscov-2.

“Dengan kartu ini memaksa setiap penduduk Indonesia melakukan penilaian diri dan pemeriksaan berbasis rapid test atau PCR, sehingga diharapkan akan mendukung penelusuran aktif kasus. Begitu juga untuk anak sekolah, pasien sembuh, dan saat orang mengunjungi tempat fasilitas publik,” jelasnya.

Pengisian dan pemanfaatan KIRAB ini dapat dimulai dari tempat pengisian formulir penapisan Covid-19 di fasyankes, alur penapisan tindakan pembedahan, maupun tempat-tempat yang melakukan penapisan infeksi. Dengan demikian pengisian serta pemanfaatan data Covid 19 akan
cepat dapat dipenuhi untuk menurunkan serta mengendalikan risiko penularan Covid 19 di Indonesia.
(jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy