Kepala BPKAD Buton : Payung Hukum Eselon I dan II tak Terima THR Belum Ada – Kendari Pos
Buton

Kepala BPKAD Buton : Payung Hukum Eselon I dan II tak Terima THR Belum Ada

KENDARIPOS.CO.ID — Presiden Joko Widodo sudah memutuskan jika pejabat eselon II ke atas tidak akan menerima gaji 14 atau tunjangan hari raya (THR) pada tahun ini. Kebijakan itu diambil setelah fokus pembiayaan prioritas negara dialihkan dalam penanganan pandemi Covid-19. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton, Sunardin Dani, mengatakan kabar soal ditiadakannya THR untuk eselon I dan II itu baru beredar melalui media. Hingga saat ini, payung hukum terkait pembayaran THR belum diterbitkan pihak Kementerian Keuangan.

“Belum ada informasi resmi soal pengecualian pejabat eselon I dan II tak mendapatkan THR. Ini baru kabar dari media. Kita sudah dengar juga, tapi kan nanti ada aturannya baru bisa dijawab detail seperti apa. Sejauh ini yang terdengar seperti itu,” jelasnya, kemarin. Jika aturan itu benar adanya, maka Sunardin Dani memastikan, lebih dari 40 pejabat di Buton tidak akan kebagian THR tersebut. Mereka adalah para kepala dinas dan kepala badan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton, Sunardin Dani.

“Kalau tidak salah itu ada 45 orang pejabat eselon II di lingkup Pemkab Buton ini,” sambungnya. Pihaknya berharap aturan dari Kemenkeu segera diterbitkan agar proses di tingkat daerah juga cepat selesaikan. Harapannya, pekan kedua Ramadan sudah ada. Agar pencairan paling lambat sepekan sebelun Idul Fitri. “Harapan kita cepat, karena di daerah tentu ada proses lagi. Minimal seminggu sebelum lebaran itu sudah bisa diterima ASN kita melalui rekening masing-masing,” tambah Sunardin Dani. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy