HNW: Jangan Hanya Rakyat yang Disuruh Disiplin, Pemimpin Juga! – Kendari Pos
Nasional

HNW: Jangan Hanya Rakyat yang Disuruh Disiplin, Pemimpin Juga!

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

KENDARIPOS.CO.ID — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa disiplin adalah kunci penting atasi Covid-19. Tetapi, politikus PKS itu juga mengingatkan, hendaknya jangan hanya rakyat yang diminta berdisiplin. “Bahkan muncul kesan sengaja menjadikan persoalan ketidakdisiplinan Warga sebagai kambing hitam atas menyebarnya bencana nasional Covid-19,” ujar HNW dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Menurut HNW, Bangsa Indonesia masih menganut sistem paternalistik. Mereka mementingkan keteladanan dari para pimpinan Bangsa. Karena itu bila Warga diwajibkan berdisiplin agar Covid-19 segera teratasi, maka pimpinan Bangsa harus jadi teladan soal kedisiplinan ini. “Jangan sampai terjadi sebuah kebijakan yang menyalahkan kebijakan lainnya. Atau bahkan yang berbeda esensi,” paparnya.

Situasi seperti ini, kata HNW, mengesankan adanya ketidak disiplinan pada para pimpinan negara, dengan apa yang dulu pernah disampaikan Presiden Jokowi bahwa tidak ada visi dan misi menteri, yang ada adalah visi serta misi Presiden. “Permintaan Presiden agar kurva Covid-19 harus landai pada bulan Mei dengan cara apapun, tidak akan pernah terjadi kecuali Pemerintah berdisiplin memberikan keteladanan dalam penanganannya. Salah satunya dengan kebijakan yang tepat dan tidak simpang siur,” kata HNW.

Menurut Hidayat, pemerintah seharusnya fokus dan berdisiplin dengan kebijakan yang memprioritaskan keselamatan Rakyat yang kesulitan akibat Covid-19. Tetapi yang muncul malah payung hukum Perpu 1/2020, yang tidak focus untuk atasi darurat kesehatan dan dampaknya pada Rakyat korban Covid-19.

Perpu itu menurut Hidayat rawan terhadap kepentingan pebisnis besar dan bisa mengarah pada abuse of power serta korupsi. Mestinya Pemerintah juga berdisiplin dengan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran dan program untuk atasi Covid-19. “Tapi ternyata masih ada anggaran dan wacana untuk lanjutkan program-program yang tidak urgent. Seperti kartu pra kerja dan pembangunan Ibu Kota baru,” paparnya.

Salah satu kediisiplin yang juga penting dicontohkan oleh para Petinggi Pemerintah menurut HNW adalah koordinasi dan komunikasi publik terkait kebijakan yang dikeluarkan. Namun, nyatanya, publik malah dipertontonkan perbedaan antara Presiden dengan Menteri Perhubungan soal istilah Mudik dan Pulang Kampung.

Termasuk juga perbedaan antara Menkopolhukam dengan Menko Maritim dan Investasi soal larangan mudik di seluruh Indonesia atau cukup PSBB saja. Serta perbedaan antara Menkeu yang bilang bahwa Menteri PUPR sudah merealokasi anggaran infrastruktur untuk pembangunan Ibu Kota baru.

Karena dalam pernyataannya, MenPUPR malah mengatakan, tidak ada anggaran KemenPUPR yang direalokasi untuk proyek Ibu Kota baru, karena anggarannya tidak ada, juga karena proyek itu belum ada payung hukumnya. Serta tak singkronnya kebijakan Menlu dan Menhukham soal TKA Tiongkok, antara Pemerintah Pusat yang izinkan TKA China dan Pemprov Sultra serta Pemda terkait yang menolaknya. “Jokowi harusnya tegas dan mendisiplinkan para Menteri, agar tak membingungkan rakyat dan pejabat di daerah, supaya mereka bersatu padu dan efektif tangani covid-19,” kata HNW.

HNW juga mendesak pemerintah agar bisa bekerja lebih efektif dalam mengatasi Covid-19, karena itu Jokowi sebagai Presiden harus tampil pegang kendali dan hadir memimpin langsung penanganan wabah nasional Covid-19 bersama Pimpinan Gugus Nasional, serta para Gubernur dan para pakar terkait. “Pemerintah juga harus disiplin dalam pelaksanaan keputusan yang sudah telat seperti PSBB. Jangan sampai malah bikin bingung rakyat maupun aparat di lapangan,” pungkasnya. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy