Harga Bawang Merah Capai Rp 80 Ribu/kg – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Harga Bawang Merah Capai Rp 80 Ribu/kg

Aktivitas jual beli di Pasar Baruga, Kendari, Senin (18/5). Jelang lebaran, bawang merah mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Sementara, harga kmoditas lainnya cenderung stabil.

KENDARIPOS.CO.ID — Menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H, harga bawang merah di Kota Kendari melonjak cukup drastis. Dari pantauan Kendari Pos di beberapa pasar tradisional Kota Kendari, Senin (18/5), komoditi tersebut kini dijual dengan harga Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kg.

Adi, seorang pedagang di Pasar Korem mengungkapkan bahwa kenaikan harga bawang merah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Hal tersebut menurutnya disebabkan kurangnya pasokan.

“Saya jual (bawang merah) Rp 80 ribu per kg, mbak. Biasanya Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu. Tapi sejak dua hari lalu harganya mulai naik hampir dua kali lipat. Ini karena barang lagi kurang, jadi harga dari distributor naik,” akunya, kemarin.

Hal yang sama diungkapkan Nurfadilah, pedagang bawang di Pasar Baruga. Nurfadilah menjual bawang merah dengan harga Rp 60 ribu untuk yang kualitasnya rendah sedangkan yang berkualitas baik dibanderol seharga Rp 70 ribu. Menurutnya, kenaikan harga bawang dikarenakan stok yang kurang dan musim panen bawang di Bima belum tiba.

“Bima belum panen, jadi semua pedagang suplainya dari Enrekang. Sudah tiga hari ini bawang merah saya jual di harga Rp 70 ribu per kg. Kalau Bima panen, harga bisa hanya Rp 20 ribu per kg,” ujarnya.

Sementara, harga bawang putih relatif masih stabil. Bawang putih kini masih dijual seharga Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per kg. Selain bawang putih, komoditas lainnya juga masih cenderung stabil termasuk harga bumbu-bumbu dapur. Cabai keriting dan cabai merah besar dibanderol seharga Rp 20 ribu per kg, tomat dijual seharga Rp 10 ribu sampai Rp 14 ribu per kg, minyak goreng bermerk seharga Rp 14 ribu hingga Rp 17 ribu per liter, wortel Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kg, kentang Rp 10 ribu sampai Rp 14 ribu per kg, daging sapi Rp 120 ribu per kg, telur ayam ras Rp 45 ribu per rak.

Adapun komoditas beras, kini harganya sudah berangsur turun. Seorang pedagang beras di Pasar Baruga, Yosira, mengatakan bahwa harga beras mulai turun sejak dua pekan yang lalu. Hal tersebut karena sejumlah wilayah penyuplai beras di Sultra telah memasuki masa panen.

“Beras kepala sekarang Rp 10 ribu per kg atau Rp 8 ribu per liter. Sekitar tiga pekan yang lalu masih Rp 13 ribu per kg. Kalau beras super, Rp 11 ribu per kg dan untuk ukuran 50 kg dijual seharga Rp 480 ribu. Ini harga sudah turun, biasanya Rp 570 ribu sekarung 50 kg,” ungkap Yosira.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Usman A Torya saat dikonformasi mengatakan, kenaikan harga bawang merah disebabkan kelangkaan stok dan tingginya permintaan terhadap bawang merah di bulan Ramadan.

“Supplier (pemasok) kita untuk bawang merah berkualitas bagus, hanya dari Bima dan Enrekang. Sampai saat ini, Bima belum panen, makanya stok agak kurang. Sekarang juga kebutuhan bawang merah agak meningkat karena banyak warung yang melayani pesan antar makanan. Stok kurang, permintaan meningkat, maka terjadi kesenjangan harga,” tutur Usman, kemarin. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy