Harga Bahan Pokok Masih Tinggi – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Harga Bahan Pokok Masih Tinggi

Aktivitas jual beli di pasar Baruga, Kota Kendari, Selasa (26/5). Tampak pasar masih lengang karena sepi penjual maupun pembeli.

KENDARIPOS.CO.ID — Pasca hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kendari mulai bergerak turun. Kendati demikian, harga beberapa komoditas tersebut relatif masih tinggi. Berdasarkan pantauan Kendari Pos di tiga pasar tradisional pada Selasa (26/5), harga kebutuhan pokok seperti bawang merah, bawang putih, dan daging sapi, mulai berangsur turun. Sementara, harga kentang dan wortel mengalami kenaikan cukup signifikan.

Hase, pedagang bawang di Pasar Baruga diketahui menjual bawang putih seharga Rp 30 ribu per kg. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga bawang putih sepekan sebelum lebaran.

“Bawang putih 30 ribu rupiah per kg. Sekitar satu minggu sebelum lebaran saya masih jual sekilo 45 ribu rupiah. Bawang merah masih sama, masih mahal, 65 ribu rupiah (per kg),” ujar Hase, kemarin.

Ia mengungkapkan bahwa Kota Bima sebagai daerah pemasok bawang merah Sulawesi Tenggara kini telah memasuki musim panen. Meski demikian, kata dia, harga bawang merah asal Bima juga masih mahal sehingga belum memengaruhi harga bawang di Kota Kendari.

“Bawang merah yang saya jual berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Kabarnya Bima sudah panen tapi harganya masih mahal,” akunya.

Pedagang lainnya di Pasar Baruga, Sukma mengatakan hal senada. Pascalebaran, ia menjual bawang putih dengan harga Rp 28 ribu per kg. Harga tersebut lebih murah dibandingkan beberapa hari menjelang lebaran di mana per kg bawang putih dibanderol Rp 30 ribu. Sementara, bawang merah dibanderol Rp 60 ribu per kg, tidak jauh berbeda dari harga sebelum lebaran.

“Sekitar satu minggu sebelum lebaran saya masih menawarkan bawang putih seharga Rp 40 ribu per kg. Kemudian, harga mulai turun sampai Rp 30 ribu per kg mendekati lebaran. Bawang Merah Rp 60 ribu, masih sama. Ini stok dari Enrekang. Stok dari Bima perlahan-lahan sudah mulai masuk, tapi masih mahal,” tuturnya.

Berbeda dengan Hase dan Sukma, Rahmat yang juga pedagang di Pasar Baruga justru menjual bawang dengan harga yang lebih tinggi. Per kg nya, bawang putih dibanderol seharga Rp 40 ribu sedangkan bawang merah seharga Rp 70 ribu. Sementara, salah seorang pedagang di Pasar Korem, Ipul, diketahui menawarkan bawang merah seharga Rp 65 ribu dan bawang putih Rp 38 ribu per kg.

Selain bawang merah, komoditas yang harganya berangsur turun adalah gula pasir kristal tanpa merk. Namun demikian, penurunannya tidak begitu signifikan. Gula pasir yang harganya sempat menyentuh angka Rp 22 ribu per kg, kini dijual di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per kg. Harga tersebut telah bertahan dalam beberapa pekan terakhir.

“Harga gula pasir masih sama yaitu Rp 18 ribu per kg,” tutur Siti, pedagang sembako di Pasar Korem, kemarin.

Lonjakan harga menjelang lebaran juga terasa pada daging sapi. Sekira tiga hari sebelum Idul Fitri, daging sapi dipasarkan dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 160 ribu per kg. Normalnya, harga daging sapi hanya Rp 120 ribu per kg.

“Harga daging (sapi) sudah mulai turun. Sekarang Rp 140 ribu per kilo sedangkan sebelum lebaran Rp 160 ribu per kilo. Normalnya hanya Rp 120 ribu,” ungkap Sukri, penjual daging sapi di Pasar Mandonga.

Sementara, harga kentang dan wortel mengalami kenaikan cukup drastis. Jika sebelum lebaran wortel hanya dijual Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kg, kini harganya naik dua kali lipat menjadi Rp Rp 30 ribu per kg. Begitupula kentang yang kini dijual seharga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kg. Padahal, sebelumnya harga paling tinggi per kg kentang hanya Rp 16 ribu per kg.

Adapun harga bahan pangan lainnya tercatat masih stabil. Cabai rawit masih dijual Rp 20 ribu per kg, tomat Rp 10 ribu per kg, kol Rp 15 ribu per kg, ikan bandeng Rp 25 ribu per kg, ikan putih Rp 65 ribu per kg, ayam broiler (potong) jumbo Rp 55 ribu per ekor, telur ayam ras Rp 42 ribu sampai Rp 50 ribu per rak, minyak goreng Rp 14 ribu hingga Rp 17 ribu per liter, terigu Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kg, beras Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per liter, kacang panjang Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per ikat, serta bayam dan kangkung masing-masing Rp 5 ribu per ikat. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy