Hardiknas, Rektor UHO: Pendidikan Adalah Kunci Perubahan – Kendari Pos
Nasional

Hardiknas, Rektor UHO: Pendidikan Adalah Kunci Perubahan

Prof.Dr.Muhammad Zamrun Firihu


KENDARIPOS.CO.ID — Saban tanggal 2 Mei, negeri ini memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tahun ini, Hardiknas tak semeriah tahun-tahun sebelumnya, akibat pandemi virus korona (Covid-19). Wabah covid-19 tak lantas mengugurkan makna Hardiknas yang terpatri kuat dalam jiwa setiap insan pendidikan.

Terpaan pandemi ini justru menjadi ujian sekaligus momentum memetik hikmah dan pelajaran darinya. Belajar hanya terbatas pada ruang kelas, tapi tak terbatas oleh waktu.Siswa dan mahasiswa kini belajar secara daring (online). Pandemi ini tak lantas membuat peserta didik terjebak dalam lembah kebodohan.

Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof. Dr. Muh. Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc memaknai pendidikan itu adalah kunci perubahan. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan dunia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka harus melalui pendidikan. Dimasa pendemi seperti sekarang adalah tantangan terbesar bagi dunia pendidikan. Namun tidak boleh ada kata menyerah.

Belajar bisa di mana saja dan menggunakan media apa saja. Dengan perkembangan teknologi informasi maka pembelajaran tetap bisa dilaksanakan. “Dalam situasi apapun juga kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh gagal. Termasuk dalam bidang pendidikan. Saya yakin dan percaya, atas kerja sama semua pihak maka pendidikan nasional kita bisa beradaptasi dengan segala perubahan termasuk di tengah wabah pendemi Covid-19 ini,” ujar Prof.Zamrun kepada Kendari Pos, Sabtu (2/5).

Prof.Zamrun mengingatkan mahasiswa dan mahasiswi agar tak surut semangat belajar di rumah selama pendemi ini. “Dan mari kita tetap ikut anjuran pemerintah seperti jaga jarak, pakai masker, tidak mudik dan mari berdoa semoga wabah ini segera berakhir dan kita dapat menjalankan aktivitas seperti biasa,” tutupnya.

Momentum Hardiknas tahun 2020, Gubernur Sultra Ali Mazi berpesan kepada seluruh insan pendidikan, guru, siswa untuk terus belajar, meraih prestasi agar dapat mengharumkan nama daerah. “Tetap jaga semangat dan terus belajar. Covid-19 bukan penghalang untuk kita tetap bisa meraih cita-cita. Mari kita lawan bersama dengan belajar dari covid-19 itu sendiri,” tuturnya saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, kemarin.

Ia mengungkapkan ada pelajaran penting yang dapat diambil dari musibah Covid-19 yakni pendidikan bukan hanya peran para guru semata. “Orang tua saat ini pasti mengerti sulitnya menjadi pendidik yang seperti kita bayangkan saat ini. Kini peran guru, telah diambil oleh orang tua siswa. Proses belajar berubah total, ini tantangan baru,” ungkap Ali Mazi.

Menurutnya, Covid-19 membuktikan bahwa sekolah bukan satu-satunya sarana yang bisa digunakan menuntut ilmu. “Dengan adanya covid-19, aktivitas sekolah semua berhenti. Kini proses belajar mengajar dilakukan secara virtual melalui berbagai platfom media sosial. Keadaan ini menuntut dunia pendidikan untuk berubah mengikuti revolusi yang terjadi akibat covid-19. Pendidikan bukan hanya tanggujawab guru, tapi tanggung jawab kita semua. Mari kita belajar dari covid-19,” imbuh Ali Mazi.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio memastikan tak ada upacara peringatan Hardiknas. Sebagai gantinya, Dikbud Sultra menyelenggarakan talk show inspirasi pendidikan secara online bagi para guru, siswa serta orang tua siswa selama empat sampai lima hari dengan tema berbeda terkait pendidikan.

Talk show inspirasi pendidikan berlangsung dari Kantor Dikbud Sultra dengan diikuti semua sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB secara daring. “Hari pertama kita lakukan pada puncak perayaan Hardiknas yaitu 2 Mei. Dengan mengambil tema sentral Hardiknas yaitu ‘Belajar dari covid-19’. Kemudian kita insert dengan kasus-kasus yang terjadi di Sultra misalnya bagaimana mengisi kegiatan selama pandemi Covid-19 ini,” ujar Asrun Lio.

Tema sentral belajar dari covid seperti siswa bisa belajar tentang kesehatan, pola hidup sehat serta bisa belajar tentang belajar itu sendiri. “Belajar sendiri maksudnya, anak-anak ini belajar di rumah, tentu ada pengalaman baru bagi anak, pengalaman baru bagi orang tua, serta pengalaman baru dari anggota keluarga itu sendiri atau saudaranya. Ini akan menjadi habit atau kebiasaan bahwa belajar di rumah ternyata menyenangkan dan mereka akan tetap melakukan sekalipun nanti suasana sudah normal kembali,”jelas Asrun Lio.

Dalam talk show ini tentu, selain materi pembelajaran, Dikbud Sultra akan menyelipkan imbauan terkait pencegahan pandemi Covid-19. Talk show kedua pada 7 Mei nanti akan melibatkan psikolog yang berbicara bagaimana orang tua bisa menjadikan rumah sebagai tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anaknya

“Meski hardiknas tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi makna peringatannya tetap sama. Yakni kita berharap pendidikan ini bisa mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Membentuk manusia berkarakter, beriman serta berbudi pekerti luhur,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Sartini Sarita meminta semua pihak menjadikan Hardiknas tahun ini sebagai momentum untuk menciptakan generasi yang unggul. “Kebijakan pemerintah yang mewajibkan siswa belajar dari rumah merupakan pilihan yang tepat untuk melindungi mereka dari penularan covid-19. Kita patut apresiasi,” tuturnya.

Meskipun, kata Sartini, ada masyarakat (orang tua, red) yang mengeluhkan proses belajar dari rumah karena banyaknya tugas yang diberikan guru kepada siswa, sehingga siswa stres. “Proses belajar dari rumah sama sekali tidak mengurangi nilai-nilai pendidikan. Justru sangat baik untuk membangun karakter siswa karena dilakukan bersama keluarga yang secara tidak langsung dapat memberi pengalaman belajar bagi siswa,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Sartini, karakter siswa akan terbentuk dalam belajar karena mereka bisa menemukan solusi belajarnya sendiri tanpa bimbingan langsung dari guru. “Kalau karakter siswa sudah terbentuk, maka otomatis kita sudah berhasil menghasilkan SDM yang unggul yang kelak bisa menjadi pemimpin masa depan. Kini kita berada di era di mana gelar tidak menjamin kompetensi. Oleh karenanya mari jadikan hardiknas ditengah pandemi Covid-19 ini sebagai momentum untuk menciptakan generasi yang unggul, generasi masa depan Indonesia,” pungkasnya. (m3/yog/rah/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy