Golkar Bela Kartu Prakerja – Kendari Pos
Politik

Golkar Bela Kartu Prakerja

KENDARIPOS.CO.ID — Program Kartu Prakerja yang saat ini bergulir masih jadi polemik. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak agar program itu dihentikan. Tujuannya agar anggarannya bisa digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19. Golkar membela program tersebut dengan dalih Prakerja adalah bentuk bantuan semi BLT.

Ilustrasi Kartu Prakerja

Politisi Golkar Nusron Wahid menyebutkan, Program Kartu Prakerja dapat membantu sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis pondok pesantren dan sekolah kejuruan di tengah pandemi. Program Kartu Prakerja merupakan kolaborasi yang efektif dan saling mengisi. Yaitu antara pelatihan secara online seperti saat ini, dan pelatihan offline pasca-Covid-19.

Kartu Prakerja merupakan bentuk kolaborasi yang bisa menjadi energi positif dalam penyerapan tenaga kerja nantinya. Mitra Kartu Prakerja tidak hanya pemilik platform digital raksasa saja. SMK berbasis ponpes juga bisa menyediakan konten pelatihan. “Seperti yang dilakukan SMK berbasis ponpes di Jateng, DIY dan Jawa Barat yang berkolaborasi dengan platform digital Sekolahmu,” kata anggota Fraksi Golkar DPR-RI.

Menurut Nusron, tidak benar kalau pelatihan prakerja hanya dinikmati platform digital besar. Karena sebagian besar justru dinikmati pembuat modul, konten, dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis ponpes.

Menurutnya, kalau ada pihak yang masih nyinyir dengan program ini, selain karena belum paham dan ada kecenderungan di antaranya memang mempunyai tendensi negatif terhadap niat baik pemerintah. Apalagi menuding adanya korupsi dalam Program Kartu Prakerja.

“Kalau dituduh koruptif lewat platform digital, dimana korupsinya. Platform digital itu hanya tampilan dari lembaga pelatihan dan sekolah vokasi yang menyediakan modul dan sarana pelatihan. Jadi biaya pelatihan itu jatuh ke lembaga pelatihan. Platform itu hanya biaya tampilan yang sifatnya bussiness to bussiness,” paparnya.

Hal senada disampaikan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhamad Misbakhun. Menurutnya, seharusnya, DPR RI mendukung penuh Pemerintah menjalankan Program Kartu Prakerja itu untuk kebaikan rakyat Indonesia. “Karena program ini mempunyai nilai kebaikan bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Mantan anggota Fraksi PKS DPR RI periode 2009-2011 ini menyatakan Program Kartu Prakerja telah dimodifikasi menjadi program semi-Bantuan Langsung Tunai (BLT). Modifikasi itu, lanjutnya, dilakukan oleh Pemerintah untuk menyikapi situasi pandemi COVID-19 di Indonesia. “Kartu Prakerja ini menjadi bantuan semi-BLT,” terang Misbakhun. (JP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy