Gaji 13 ASN Akan Diputuskan Oktober – Kendari Pos
Nasional

Gaji 13 ASN Akan Diputuskan Oktober


KENDARIPOS.CO.ID — Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) dibayarkan sepekan sebelum lebaran Idulfitri tahun 2020. Biasanya, sebulan setelah THR diberikan, gaji ke-13 ASN diberikan. Tepatnya saat tahun ajaran baru sekolah. Namun tahun ini, sedikit berbeda. Sejauh ini , belum ada tanda-tanda gaji 13 akan dicairkan dalam waktu dekat. Pemerintah pusat pun belum membahas saat pembahasan THR yang lalu, mengingat kondisi keuangan difokuskan untuk menanggulangi dampak pandemi Covid.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas mengatakan, terkait gaji 13 tahun ini tidak dibahas bersamaan dengan THR. Dia memastikan tetap akan dibayarkan. “Semua pemerintah daerah dan provinsi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku walaupun di tengah pandemi Covid namun hak-hak pegawai harus tetap diperhatikan. Pasti akan tetap diberikan. Walaupun waktu pastinya kita juga harus menunggu seperti apa rujukan dari pemerintah pusat,”ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Mantan Sekprov Sultra itu, sebagai ASN selain wajib menjalankan tugas dan pengabdian sebagai pelayan masyarakat, mereka juga tentunya punya hak, bukan hanya gaji tetapi juga tunjangan-tunjangan lainnya. “Jadi para ASN tidak perlu khawatir. Mereka akan tetap menerima hak-hak mereka, walaupun pencairannya bukan pertengahan tahun ini, atau saat tahun ajaran baru. Kemungkinan akan lewat dari itu,”ungkapnya.

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menambahkan, fokus pemerintah saat ini memang pada bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid serta pemenuhan alat-alat kesehatan. Ini termasuk fokus penggunaan APBD. “Memang info yang beredar kemungkinan akhir tahun gaji 13 baru akan dibahas. Tetapi kita menunggu saja seperti apa kebijakan yang dikeluarkan pusat. Sebab ditengah pandemi ini kita juga tak bisa hanya berandai-andai,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton, Sunardin Dani mengatakan hingga saat ini desas desus pencairan gaji 13 belum terdengar. Diyakininya penyebab utamanya karena alasan pandemi. Keuangan negara masih terfokus pada penanganan Covid. Lagi pula, penyelenggaraan penerimaan siswa baru ikut terkendala pandemi Covid. “Gaji 14 (THR) sudah selesai, kalau gaji 13 belum ada informasi sama sekali. Pemerintah pusat belum memberikan sinyal. Kita sama-sama tahu masalah yang dihadapi negara saat ini,” ujarnya, kemarin.

Dalam postur APBD, pos THR ASN setiap tahunnya berkisar Rp 12 hingga 13 Miliar. Alokasi tahun ini kata Sunardin diprediksi masih sama. “THR maupun gaji 13 itu rata-rata sama dengan sebulan gaji PNS,” tambahnya.

Jika merujuk dari penjelasan itu, dimungkinkan jumlah gaji 13 ASN di setiap daerah tidak jauh berbeda dari besaran THR yang diterima. Bedanya, penerima THR tidak termasuk eselon I dan II akibat adanya realokasi anggaran untuk penanganan Covid. Nah, ASN Pemprov Sultra yang menerima THR Idulfitri sekira 13.343 orang, minus eselon I dan II. Total anggarannya sekira Rp 57,7 miliar. Bisa jadi anggaran gaji 13 ASN Pemprov tidak jauh berbeda dari anggaran THR.

Begitu pula di Kabupaten Bombana yang sudah mengalokasikan anggaran gaji 13 sekira Rp.15 miliar. Pemkot Baubau menyiapkan sekira Rp 16,5 miliar untuk 4.000-an ASN. “Hanya saja semua itu tetap harus merujuk pada surat edaran penerintah pusat,” ujar Abdul Fatar, Kepala BPKAPD Kota Baubau.
Sedangkan Pemkab Konut, menyiapkan anggaran gaji 13 sekira Rp.11 miliar, Konsel sekira Rp.21 miliar dan Muna sebanyak Rp.25 miliar.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan pembahasan gaji 13 akan dilakukan kuartal IV tahun ini. Artinya gaji ke-13, akan diberikan pada akhir 2020. “Untuk gaji ke-13 akan diputuskan Oktober,” ujarnya.

Yustinus mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid. Termasuk fokus penggunaan APBN.Yustinus pun meyakini konsumsi masyarakat tidak akan turun meski penyaluran gaji ke-13 dilakukan di akhir tahun. Pasalnya, anggaran tetap diberikan hanya saja waktunya yang diubah. “Tidak (menurunkan konsumsi) saya rasa, karena hanya bergeser waktunya,” jelasnya. (rah/lyn/ahi/jpg/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy