Ditangani Mabes Polri, Ruslan Buton Diterbangkan ke Jakarta – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Ditangani Mabes Polri, Ruslan Buton Diterbangkan ke Jakarta

Ruslan Buton (baju putih)

KENDARIPOS.CO.ID — Ruslan Buton yang mengklaim diri sebagai Panglima Serdadu Esk Trimatra Nusantara diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pria yang pernah bergabung di TNI Angkatan Darat itu dikawal ketat tim Mabes Polri dan perwira menengah (Pamen) PM Mabes AD.

Ruslan Buton diduga melanggar UU ITE setelah mengunggah surat terbuka di media sosial dan meminta Presiden Jokowi mundur. Kapolda Sultra, Irjen Pol Merdisyam membenarkan kabar tersebut. “Ada dugaan UU ITE, dia sudah diberangkatkan di Jakarta hari ini,”tutur Irjen Pol Merdisyam kepada Kendari Pos, Jumat (29/5) kemarin.

Jenderal bintang dua yang karib di sapa Jenderal Merdy itu mengatakan, Ruslan Buton dijemput di kediamannya di Kecamatan Wabula Kabupaten Buton, Kamis (28/5). Meski Polda Sultra membantu mengamankan Ruslan, namun tak terlibat langsung dalam proses penyidikan. Polda Sultra hanya mengawal tim Mabes Polri yang menjemput Ruslan Buton. Mengenai kasusnya apakah Ruslan sudah tersangka pada kasus dugaan ITE ini, Jenderal Merdy tak memastikan hal tersebut.

Jenderal Merdy menambahkan, secara keseluruhan kasus ini ditangani Mabes Polri. Dengan penindakan yang dilakukan Mabes Polri, maka proses pendampingan oleh Polda Sultra sudah berhenti.

“Ruslan Buton sempat diperiksa di Polres Buton. Namun pemeriksaan dilakukan oleh Mabes. Mengenai keterlibatan pamen TNI dalam penjemputan, langkah tersebut dilakukan guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Dia kan (Ruslan Buton,red) mantan seorang TNI,” tutup Jenderal Merdy.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menerangkan bahwa penyidik masih terus memeriksa Ruslan Buton yang viral setelah meminta Presiden Joko Widodo mundur. Bahkan, saat ini, Ruslan sudah berada di Jakarta setelah ditangkap pada Kamis (28/5).

Ahmad menuturkan, Ruslan yang mengaku sebagai Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara itu ditangkap berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 22 Mei 2020. “Sementara ini, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada tanggal 18 Mei 2020 menggunakan handphone tersangka,” ujar Ahmad di Mabes Polri, Jumat (29/5).

Sementara diketahui, dalam rekaman suara yang viral, Ruslan membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rekaman itu kemudian dia sebarkan ke Group Whatsapp Serdadu Eks Trimatra Nusantara.”Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri pasca RB tiba di Jakarta,” sambung Ahmad.

Dari tangan Ruslan, petugas menyita satu unit telepon genggam yang digunakan merekam surat terbuka, dan satu buat KTP. Atas perbuatannya itu, Ruslan dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Adapun ancaman pidana enam tahun dan atau Pasal 207 KUHP dapat dipidana dengan ancaman penjara dua tahun,” tandas Ahmad. (ade/c/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy