Dinkes Sultra Uji Penggunaan Alat PCR – Kendari Pos
Metro Kendari

Dinkes Sultra Uji Penggunaan Alat PCR

KENDARIPOS.CO.ID — Perjuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) agar dapat melakukan uji swab secara mandiri telah terwujud. Di Sultra, Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas telah memulai uji sampel pasien pandemi Covid-19 dengan sistem tes cepat molekuler (TCM). Untuk mengoptimalkan kuantitas pengujian sampel, maka uji swab melalui polymerase chain reaction (PCR) juga akan dilakukan. Pengunaan alat PCR yang berada di RSU Bahteramas mulai diuji, kemarin (26/5).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinas Kesehatan) Sultra, Muh Ridwan mengatakan, pengujian awal ini hanya untuk menguji fungsi alat, jika memang sudah bisa bekerja optimal maka akan dilakukan pemeriksaan swab secepatnya. “Jadi baru uji fungsi alat-alat PCR. Jika real time PCR sudah dapat berjalan hari ini (Selasa, red) maka akan secepatnya kita uji untuk sampel swab,” jelasnya.

Saat ini, pengujian alat baru mencocokkan data sampel hasil pemeriksaan TCM, yang diuji kembali dalam PCR. Jadi akan dilihat, apakah hasil pemeriksaan keduanya memang sama. “Sampel yang diuji adalah sampel yang telah diperiksa secara TCM baik yang positif maupun negatif. Dengan begitu dapat diketahui, apakah hasil yang dikeluarkan tes PCS itu sama atau tidak dengan uji sistem TCM. Ini mengukur keakuratan alat,”ungkapnya.

Katanya, Dinkes melakukan supervising kualitas PCR ini. Jika layanan sudah optimal, baik alat maupun tenaga kesehatan, maka kemungkinan menguji sampel dari luar Sultra pun bisa dilakukan dengan izin dari pemerintah pusat.

Penanggungjawab Laboratorium RSU Bahteramas, dr. Fedelia mengatakan, real time PCR sudah dapat berjalan. Jika uji alatnya berhasil kemungkinan secepatnya sudah bisa kerja lebih banyak sampel yang dites setiap hari. “Apalagi sebelumnya dalam pemeriksaan TCM kita hanya memeriksa khusus pasien ODP dan PDP. Tetapi kalau PCR bukan hanya pasien PDP dan ODP tetapi yang OTG juga dapat dilakukan pemeriksaan sesuai indikasi.

“Bahkan untuk uji TCM perhari pernah running sampai 23 sampel. Tetapi dengan PCR kita bisa optimal hingga 50 sampel perhari,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Kendari Firdaus Umar mengatakan, sebagai penyedia alat PCR, lembaganya mengapresiasi langkah Pemprov dalam penanganan Covid-19. Soal mekanisme kerja alat PCR, saat ini baru dilakukan uji fungsi, sebab terkait virus ini metodenya baru.

Sebelumnya, alat ini digunakan BPOM hanya untuk uji sampel halal. “Kalau di rumah sakit, penfaatannya untuk pengujian sampel virus, jadi secara otomatis fungsinya juga beda. Jadi alat ini akan kita coba familiarkan dengan reagen yang ada,”ucapnya.

“Di samping dengan reagen kit, kita juga bisa melihat uji terhadap sampel sebelumnya yang positif dan negatif. Melalui pengujian tersebut kita bisa melihat keakuratan alat ini,”pungkasnya. (rah/adv)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy