Dinkes Sultra Gandeng Pemuda Edukasi Masyarakat – Kendari Pos
Metro Kendari

Dinkes Sultra Gandeng Pemuda Edukasi Masyarakat

KENDARIPOS.CO.ID — Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. Gubernur Sultra Ali Mazi menempuh ragam langka agar jumlah warga terpapar pandemi tak makin bertambah.

Fasilitas kesehatan tangani virus korona terus dilengkapi. Hal itu tak lepas dari peran Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sultra Hj. Andi Hasnah. Sultra telah memiliki laboratorium khusus pemeriksaan sampel pasien suspect Covid-19 secara mandiri, seperti tes cepat molekuler (TCM) maupun polymerase chain reaction (PCR).

Andi Hasnah mengaku pekan ini Sultra bisa uji Covid-19 secara mandiri. Hanya saja dengan jumlah yang masih terbatas. Sultra memiliki dua alat pemeriksaan, yakni TCM dan PCR. Sebuah alat yang diberikan Balai POM yang ditempatkan di RSU Bahteramas. Sebab laboratorium harus memenuhi standar, seperti yang dimiliki RSU Bahteramas.

“Saat ini untuk peralatan di laboratorium khusus Covid-19 sudah siap 98 persen dan sudah diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan, dinyatakan memenuhi standar. Insya Allah hari Kamis 14 Mei, sudah bisa kita mulai pengujian TCM. Alat TCM sudah lengkap, tinggal diaktifkan. PCR juga sudah ada namun masih ada alat tambahan yang harus dilengkapi. Semoga minggu depan PCR juga sudah bisa kita gunakan. Sehingga pengecekan sampel bisa lebih cepat,” jelas ahli anastesi itu saat melakukan pengecekan Laboratorium Covid-19 di RSU Bahteramas.

Dia melanjutkan, Sultra memiliki alat itu sejak, hanya saja untuk pemeriksaan TB. Kini alat itu bisa digunakan untuk pemeriksaan Covid-19. Namun dengan alat tambahan, yang juga telah lengkap. “Semua sudah lengkap baik sumber daya manusia maupun alat. Jadi para tenaga kesehatan ini sudah dilatih terkait penggunaanya,”ucapnya.

PCR yang akan datang dari Kemenkes, kata dia PCR cartridge sekira 5000. Sementara TCM masih terbatas, baru 60 kit. Tapi akan rutin dikirim oleh Kemenkes setiap minggu. Pemeriksaan sampel TCM hanya bisa sekira 30-60 pasien sehari, sementara PCR bisa sampai 100 pasien. Akurasinya sama, hanya prosesnya yang berbeda, PCR lebih cepat.

Direktur RSU Bahteramas, Hasmudin juga menambahkan, untuk pemeriksaan alat tes kesehatan khususnya TCM dengan menggunakan alat genexpert sebagai alat diagnostik TB, sementara untuk PCR merupakan alat bantuan dari BPOM.

Sementara itu, Kepala BPOM Kendari, Firdaus Umar mengatakan, alat PCR yang berada di BPOM sebelumnya digunakan untuk pemeriksaan label halal. Untuk pengujian swab perlu alat khusus untuk penyesuaian penanganan virus.

“Kalau pengujian virus, ruangan didesain khusus dan adanya persetujuan Menkes. Harus steril dan lemari yang menjamin alat ujinya aman dan tidak terpapar. Ini alat baru, jadi kita masih tahap pemahaman alat dengan fasilitas itu. Saat ini kita lagi menunggu reagen kit-nya untuk melakukan pengujian. Pengadaan langsung dari Kemenkes dan pengadaan sendiri. Alat yang datang duluan itu yang akan kita gunakan,”ucapnya. (rah/adv)

Dinkes Gandeng Pemuda Edukasi Masyarakat

Dinas Kesehatan Sultra terus berupaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Lembaga yang dipimpin Hj. Andi Hasnah menggandeng pemuda tenaga kesehatan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pandemi, termasuk metode mata rantai penyebaran virus itu.

Itu sesuai dengan arahan Gubernur Sultra Ali Mazi yang terus menggerakkan seluruh perangkat pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Hj. Andi Hasnah mengatakan lembaganya memberdayakan pemuda agar bisa membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Sehingga masyarakat memahami pencegahan penyebaran Covid-19. Karena garda terdepan pencegahan Covid-19 sesungguhnya adalah masyarakat.

Katanya, pemuda hanya membantu mengedukasi masyarakat agar masyarakat paham tentang cara-cara pencegahan penularan Covid-19. Pemuda yang diberdayakan adalah tenaga kesehatan, yang punya kompetensi untuk kampanye protokol kesehatan Covid-19.

“Kita meminta bantuan dari gugus pemuda yang kompeten sesuai seperti mahasiswa kedokteran. Peran utama mereka adalah membuat seruan kepada masyarakat melalui sosial media dalam hal pencegahan Covid-19. Mereka juga lakukan sosialisasi di lapangan sesuai dengan jadwal,”terangnya.

Dinkes setiap hari rutin melakukan penyemprotan disinfektan sesuai dengan rencana wilayah dan aduan masyarakat. (rah/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy