Bulog Serap 7.000 Ton Beras Petani Sultra – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Bulog Serap 7.000 Ton Beras Petani Sultra

Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah saat melakukan panen raya di Kecamatan Ladongi, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Musim panen padi di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini masih berlangsung. Kepala Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ermin Tora mengungkapkan bahwa hingga 22 Mei 2020, Bulog telah menyerap sekira 7.000 ton beras dari petani Sultra.

“Penyerapan pengadaan oleh Bulog dari musim panen pada bulan Mei relatif baik dan Insya Allah bisa berlanjut terus. Realisasi sampai 22 Mei 2020 hampir 7.000 ton,” ungkap Ermin Tora kepada Kendari Pos, Senin (25/5).

Kata dia, Bulog berencana menyerap 20 ribu ton beras petani di Sultra sepanjang tahun 2020. Pasokan tersebut selain digunakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi virus corona (Covid-19), juga untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar. Ermin juga menyebut selama pandemi virus corona, permintaan terhadap beras Bulog di Sultra mengalami peningkatan. Kendati demikian, pasokan beras diprediksi masih akan surplus hingga Juni 2020 mendatang.

“Ya, memang ada kenaikan permintaan beras Bulog. Namun, kami tetap bisa melayani karena stok beras di gudang Bulog cukup tersedia. Selama bulan Mei, beras yang kita serap (beli) masih lebih banyak dari pada yang disalurkan.
Saat ini kita masih punya (stok) sekitar 6000 ton. Musim panen padi di Sultra juga relatif berlanjut hingga akhir tahun,” terangnya.

Selain beras, menurut Ermin, Bulog juga memastikan ketersediaan gula pasir untuk masyarakat Sultra. Di antara upaya yang dilakukan yakni rutin mendistribusikan gula pasir kepada para pedagang di pasar serta melakukan penjualan langsung kepada konsumen dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), Rp 12.500 per kg.

“Kami melakukan penetrasi dengan distribusi ke kios-kios di pasar. Harapannya, harga gula bisa berangsur turun dan memang saat ini sudah mulai turun. Kami juga melakukan penjualan langsung di depan kantor Bulog Sultra,” tuturnya.

Dijelaskan, saat ini Bulog Sultra masih memiliki 200 ton stok gula pasir. Dalam waktu dekat, masih akan ada tambahan 300 ton. Pasokan tersebut merupakan hasil produksi pabrik Bulog di Jawa Tengah. Dengan demikian, kata Ermin, stok gula pasir di Sultra relatif masih aman.

“Kami mengupayakan agar gula pasir tetap tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau. Kemungkinan, gula pasir akan menjadi penyumbang deflasi selama Mei 2020 di Sultra. Bulog juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat dan menjamin stabilitas harga di pasar,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy