Bertaruh Nyawa Merawat Pasien Covid-19, Gubernur Pastikan Tenaga Kesehatan Terima Insentif – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Bertaruh Nyawa Merawat Pasien Covid-19, Gubernur Pastikan Tenaga Kesehatan Terima Insentif

KENDARIPOS.CO.ID — Jasa perawat dan tim dokter berjuang melawan corona virus disease (Covid-19) tak terbilang. Cucuran peluh mereka mesti dihargai. Bertaruh nyawa merawat pasien Covid-19 mereka melakoni. Pemerintah Provinsi Sultra sudah menyiapkan insentif sebagai bentuk apresiasi.

Upaya Pemprov Sultra itu sempat diterpa isu tak sedap adanya informasi 34 perawat dan 8 dokter umum di RS Bahteramas yang menangani pasien Covid-19 tak menerima insentif. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi memastikan puluhan perawat dan dokter itu tetap menerima insentif. “Semunya pasti dapat. Mungkin ada beberapa yang terlambat (terima) karena situasi dan kondisi penetapan dana tanggap darurat. Namun semua OPD itu menganggarkan dan setelah dianggarkan lalu diusulkan kepada gubenur dan saya sudah tandatangani,” ujar Ali Mazi kepada Kendari Pos saat ditemui di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Jumat (29/5).

Ia menyatakan, dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19 tetap mendapatkan haknya. “Jadi yang benar itu mereka tetap mendapatkan haknya sebagai warga negara yang menyumbangkan tenaganya dalam membatu penanganan Covid-19. Jadi semua akan dapat. Tidak mungkin tidak dapat karena yang menandatangani SK-nya saya. Jadi kita akan cek karena tidak mudah memecat seseorang yang sudah bekerja. Kalau betul dikeluarkan dari SK dan mereka bekerja, maka perlu diteliti,” jelas Ali Mazi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RS Bahteramas, dr.Hasmuddin mengungkapkan, 34 perawat dan 8 dokter umum RS Bahteramas yang menangani pasien Covid-19 tak menerima insentif karenakan tidak masuk dalam Surat Keputusan (SK). “Kalau mengenai SK awal itu, bukan saya yang membuat karena saya baru dilantik satu bulan ini. SK tim Covid-19 sudah dibuat sebelum saya datang. Jadi yang dibayarkan pada bulan Maret dan April ini adalah semua yang ada dalam SK itu. Adapun tenaga kesehatan tidak mendapat intesif berarti tidak ada namanya di SK. Kalau tidak ada di SK secara otomatis memang tidak bisa terima,”ujarnya, kemarin.

Hasmuddin menambahkan, dalam pertanggungjawaban pemberian insentif wajib melampirkan SK. Untuk itu, ia menyayangkan tenaga kesehatan yang merasa bekerja namun tak memrotes sebelum SK diterbitkan. Hasmuddin menyebutkan, 34 perawat dan 8 dokter ini akan mendapatkan insentif pada bulan Mei ini, setelah SK sebelumnya di revisi. “Jadi nanti di bulan Mei ini saya akan panggil semua kepala ruangan dan instansi untuk memasukkan kembali nama-nama, termasuk 34 perawat dan 8 dokter supaya kita akomodir. Jadi kita tunggu usulan kepala ruangannya,” tegas Hasmuddin. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy