ASN Kerja di Rumah Sampai 13 Mei – Kendari Pos
Nasional

ASN Kerja di Rumah Sampai 13 Mei

KENDARIPOS.CO.ID — Masa kerja ASN di rumah (work from home) diperpanjang hingga 13 Mei 2020. Semula, masa work from home ditetapkan hanya sampai 21 April 2020. Kebijakan perubahan itu tertuang dalam surat edaran Menteri PANRB nomor 50 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas surat edaran Menteri PANRB Nomor 19 tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di instansi pemerintah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, La Ode Mustari mengatakan Pemprov Sultra mengikuti instruksi pemerintah pusat (Kemenpan RB). BKD mendesain jadwal kerja ASN di setiap OPD yang tetap memerhatikan aspek phisycal distancing. Setiap ASN diberlakukan sistem kerja shif. “Terkait jadwal kerja, untuk pelayanan tetap dilakukan setiap hari, namun ada pengaturan jadwal kerja. Kita berlakukan keja sistem shif selama pandemi Covid-19 ini. Untuk kepala dinas tetap masuk kantor setiap hari. Kepala bidang diatur sehari satu orang dan kepala seksi lima orang perhari. Adapun jam kerja staf menyesuaikan. Intinya agar pelayanan tetap jalan dan physical distancing pun tetap dipatuhi,”ungkapnya.

Para ASN wajib menggunakan alat pelindung diri dan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan rutin cuci tangan. Sistem shif diberlakukan agar pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan normal. “Kemudian ASN yang berumur di atas 50 tahun, ibu hamil dan ibu menyusui tidak perlu masuk kantor. Sebab mereka tergolong rentan. Jadi mereka kerja secara WFH,”jelas La Ode Mustari.

Pemkot Kendari menambaha masa siswa belajar di rumah hingga 1 Juni. Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Wali Kota Kendari nomor : 443.1/1555/2020 tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Kendari. “Kebijakan ini kami pilih demi menyelamatkan para generasi penerus bangsa dari ancaman penularan covid-19,” ujar Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir, kemarin.

Alasan lain karena perkembangan penularan covid-19 semakin meningkat. Merujuk data Satgas Covid-19 Kota Kendari, pukul 17.00 Wita, jumlah kasus positif covid-19 tercatat sebanyak 31 kasus dengan rincian 21 pasien sedang dalam perawatan, 8 pasien dinyatakan sembuh dan 2 pasien dinyatakan meninggal dunia. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sekira 3 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 114 orang. “Ini yang kita patut waspadai, orang tanpa gejala yang berpotensi memberikan penularan. Makanya kami mengambil kebijakan untuk menambah masa siswa belajar dirumah,” ungkap Sulkarnain.

Menurutnya, kebijakan yang diambil sudah tepat dan sejalan dengan surat edaran Mendikbud RI nomor : 3 tahun 2020 tentang pencegahan covid-19 ditingkat satuan pendidikan. Selain itu, sejalan pula dengan Keputusan Kepala BNPB nomor 13A tahun 2020 tentang perpajangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia.

“Kita juga patut waspada namun tidak panik dikarenakan Kota Kendari sudah ditetapkan oleh Kemenkes RI sebagai salah satu wilayah transmisi lokal penyebaran covid-19. Gubernur juga sudah mengeluarkan himbauan nomor : 443/1390 tahun 2020 dan Surat Edaran Wali Kota Kendari nomor : 440/845 tahun 2020 tentang percepatan penanganan covid-19,” bebernya.

Selain menambah masa siswa belajar dirumah, Sulkarnain juga meminta seluruh jajarannya utamanya Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Instansi Non-Pelayanan untuk melakukan aktivitasnya dari rumah atau work from home (WFH). “WFH juga diperpanjang, namun tidak berbatas waktu. Kita kondisikan. Setiap OPD (Organisasi Perangkat Derah) punya jadwal shift bagi ASN nya,” kata Sulkarnain.

Meski disarankan bekerja dari rumah, Sulkarnain berharap para pegawai tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan profesionalitas. “Mereka bukan libur. Tapi tempat bekerjanya yang kami pindahkan dirumah sementara. Itu kami lakukan demi kesehatan pegawai dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus korona,” kata Sulkarnain, kemarin.

Adapun ASN di instansi yang melayani pelayanan publik, lanjut Sulkarnain, itu tetap masuk seperti biasa. Mereka adalah ASN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Seluruh Puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Bagian Keuangan, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulanagan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. (rah/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy