Zona Merah, Pemkab Muna dan Butur Imbau Warga Tarawih di Rumah – Kendari Pos
Muna

Zona Merah, Pemkab Muna dan Butur Imbau Warga Tarawih di Rumah

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Muna resmi mengeluarkan panduan beribadah Ramadan dan 1 Syawal 1441 Hijriah atau tahun 2020 masehi. Ibadah tarawih di masjid dan kegiatan buka bersama bagi masyarakat ditiadakan. Panduan itu untuk memenuhi aspek ibadah namun juga tetap sesuai standar kesehatan pencegahan pandemi Covid-19. Itu mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Agama nomor 6 tahun 2020. Setiap daerah dengan status zona merah pandemi, wajib menaati anjuran pemerintah termasuk urusan ibadah. “Kami masyarakat tetap puasa sesuai kaidah fiqih ibadah. Tetapi karena kondisi pandemi, khusus pada ibadah yang melibatkan banyak orang akan dialihkan ke rumah masing-masing,” jelasnya, Kamis (23/4).

H. Abu Hasan

Beberapa panduan yang harus ditaati masyarakat adalah tarawih, buka puasa dan sahur tidak dilaksanakan di masjid atau tempat yang dihadiri banyak orang. Seluruh kegiatan ibadah itu diminta dilaksanakan di rumah secara individu atau bersama keluarga inti saja. Masyarakat yang tidak mengindahkan panduan akan ditertibkan. “Kami berharap ada kebersamaan agar mata rantai penyebaran pandemi ini bisa diputus,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna juga memutuskan tidak menggelar safari ramadan, peringatan Isra Miraj dan Nuzulul Quran seperti yang rutin digelar tiap tahun. Keputusan itu memerhatikan aspek kesehatan dalam standar penanganan Covid-19. “Perlu dipahami bahwa tujuannya bukan membatasi ibadah melainkan mengedepankan keselamatan bersama. Supaya tujuh orang yang positif tidak bertambah lagi,” jelas Rusman Emba.

LM. Rusman Emba

Pemerintah kata Muna-1 itu juga mengatur pemungutan zakat fitrah, infaq dan sedekah. Ia meminta masyarakat dapat melaksanakan pembayaran zakat lebih cepat agar penyalurannya dapat dilakukan sebelum Idul Fitri. Sementara proses pengumpulannya diupayakan memanfaatkan layanan jemput atau transfer bank. Namun bagi masyarakat pedesaan, proses pengumpulan zakat dapat dilakukan dengan sebisa mungkin menghindari kontak langsung. “Betul-betul harus memerhatikan kesehatan,” ujarnya.

Hal yang belum diatur terkait pelaksanaan salat Ied. Pemerintah masih menunggu petunjuk pusat melalui fatwa MUI dan edaran Kemenag. Namun Rusman berharap pandemi ini segera berakhir agar ibadah di bulan puasa dapat berjalan maksimal. “Meskipun dengan segala keterbatasan, saya harap semua beribadah dengan baik. Sambil kita berdoa agar wabah ini segera pergi,” pungkasnya.

Bupati Kabupaten Buton Utara (Butur), H. Abu Hasan juga mengimbau kaum muslimin sebagai penduduk masyoritas di daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara tersebut untuk saalat tarawih di rumah masing-masing. “Agama Islam mengutamakan umatnya untuk menghindari bahaya dan keburukan. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut surat keputusan Menteri Agama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia, saya mengimbau umat Islam di Butur untuk tetap beribadah puasa dan rangkaian ibadah lainnya seperti salat baik yang wajib maupun sunnah untuk dilaksanakan dirumah masing- masing,” ujar Abu Hasan, kemarin.

Mantan Karohumas Pemprov Sultra itu menambahkan, salat tarawih di rumah untuk menghindari terjadinya kerumunan. Bukan berarti menjauhkan umat Islam dari rumah ibadah. Namun di tengah pandemi para ulama atau ahli agama menyarankan untuk ibadah di kediamanan masing-masing. “Saya juga meminta seluruh keluarga besar masyarakat Buton Utara yang berada di luar daerah untuk tinggal ditempat domisilinya saat ini dan tidak mudik dulu, baik saat libur puasa maupun hari raya Idul Fitri,” tegasnya.

Abu Hasan berharap, bulan suci Ramadan datang dan virus corona segera berakhir. Warga harus tetap taat jangan keluar rumah jika tak penting. “Tetap gunakan masker. Jangan nanti positif baru kaget. Mencegah lebih baik daripada mengobati. setiap hari pemerintah mengupdate jumlah warga meninggal telah ratusan orang dan mendekati seribu yang positif,” tandasnya. (b/ode/had)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy