Warga Diimbau Tarawih di Rumah – Kendari Pos
Nasional

Warga Diimbau Tarawih di Rumah

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Tahun ini, pelaksanaan salat tarawih maupun Idul Fitri di masjid atau tanah lapang, ditiadakan. Jamaah diimbau menunaikan ibadah tersebut di rumah masing-masing. Apalagi angka kasus penularan Covid-19 terus meningkat di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kolut, H. Baharuddin, mengaku telah menggelar tatap muka bersama Pemkab dan sejumlah ormas Islam terkait tindak langsung surat edaran Kementerian Agama nomor 6 tahun 2020. Hal itu terkait pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriyah.

“Ingat, salat tarawih tidak dilarang tetapi berjamaahnya dengan cara berkumpul lebih dari sepuluh orang itu yang dilarang. Ibadah tahun ini cukup di rumah bersama anggota keluarga masing-masing demi kemaslahatan umat,” pinta Baharuddin, kemarin. Masyarakat juga tidak diperkenankan mengundang pihak lain untuk salat berjamaah berjamaah di kediaman. Penekanannya, keluarga inti terdiri dari suami, istri dan anak-anaknya. “Banyak yang salah paham jika mereka dilarang datang ke rumah ibadah. Yang dilarang yakni berkumpul, bukan ibadahnya. Tak ada yang melarang beribadah baik pemerintah hingga ulama,” paparnya.

Terkait salat Jumat berdasarkan fatwa ulama nomor 14 tahun 2020 terkait pelarangan menggelar di masjid jika suatu daerah telah mencapai penularan Covid-19 yang besar, maka boleh menggantikannya dengan salat duhur di rumah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) juga sudah mengimbau umat Islam di wilayah tersebut tetap melaksanakan ibadah puasa dan salat tarwih di rumah bersama keluarga inti saja. Bupati Koltim, H. Tony Herbiansyah telah mencabut surat edaran nomor 6 tahun 2020 tentang panduan ibadah dan digantikan surat edaran baru.

H. Tony Herbiansyah mengatakan, setiap umat muslim wajib melaksanakan puasa di bulan Ramadan, salat tarawih dan lima waktu. Tetapi kali beda disebabkan karena adanya wabah Covid-19. Sehingga pelaksanaannya dilakukan di rumah dan tidak salat berjamaan di masjid. “Saya imbau masyarakat tidak melaksanakan salat lima waktu, jumat dan tarawih di Masjid. Kegiatan yang mengumpulkan orang banyak ditiadakan sementara waktu ditengah Covid-19,” jelas Tony Herbiansyah, Rabu (22/4).

Koltim-1 itu menambahkan, kegiatan buka puasa bersama dan safari Ramadhan juga ditiadakan bahkan peringatan Nuzulul Quran juga dilaksanakan di rumah saja. “Saya minta masyarakat mematuhinya dan melaksanakan untuk kebaikan kita bersama,” bijak bupati. (b/rus/kus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy