Wali Kota Kendari Siap Distribusi 10 Ribu Paket Bahan Pokok – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Wali Kota Kendari Siap Distribusi 10 Ribu Paket Bahan Pokok

KENDARIPOS.CO.ID — Gerak cepat Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam memutus pandemi Covid-19 dan mengantisipasi dampak ekonomi dari instruksi social distancing patut ditiru kepala daerah lain. Sulkarnain tak hanya sebatas memberi instruksi social distansing, namun sekaligus menyediakan bahan pokok bagi warga kurang mampu.

Selain itu, Pemkot Kendari sudah mendata warga yang bakal mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial RI. BLT sekira Rp 600 ribu setiap bulan akan diberikan setiap keluarga penerima manfaat (KPM). “Bantuan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak mampu atau sedang mengalami kesulitan memenuhi ditengah penyebaran virus corona saat ini,” kata Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, Jumat (17/4) kemarin.

Sulkarnain menyebut penerima BLT di Kendari sekira 6.948 KPM. Itu berdasarkan data terpadu dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Angka tersebut lanjut dia, berpeluang bertambah dua kali lipat atau sekira 12 ribu keluarga.

“Dalam kondisi saat ini, masyarakat yang berada digaris kemiskinan berpotensi turun status. Jadi kami prediksi penerimanya sekitar 12 ribu. Tapi saya masih instruksikan ditingkat RT, RW dan Lurah untuk mendata masyarakat yang memang sangat membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Politis PKS itu menambahkan, bantuan sesegera mungkin akan disalurkan kepada yang berhak menerimannya paling lambat bulan ini. “Sesuai arahan presiden bahwa bantuan harus sesegera mungkin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DPC PKS Kota Kendari itu berharap, penyaluran BLT kali ini, setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat prasejahtera di Kendari selama tiga bulan kedepan.

“Selain BLT, sembako gratis bagi masyarakat terdampak kami sudah siapkan. Ditahap kedua ini sekitar 10 ribu paket siap kita distribusikan. Begitu pun sembako murah. Kami sudah siapkan untuk 11 Kecamatan dimana masyarakat tinggal menghubungi call center 081242564123 dan petugas kami akan mengantarkan langsung,” kata Sulkarnain.

4.000 KK di Konawe Belum Dapat Bantuan

Kementerian Sosial (Kemensos) bakal menyalurkan BLT kepada 15 ribu kepala keluarga sebagai KPM di Kabupaten Konawe. Kepala Dinas Sosial Konawe, Ichsan Saranani menjelaskan, 15 ribu kepala keluarga penerima BLT Kemensos RI itu, merupakan warga yang diusulkan lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Konawe.

“Diberikan selama tiga bulan.Sudah ada nama-nama penerimanya per kecamatan. Perlu dicatat, BLT dari Kemensos ini berbeda dengan BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD),” ujar Iksan Saranani saat ditemui di kantor DPRD Konawe, Jumat (17/4).

Sebenarnya kata Iksan Saranani, berdasarkan basis data terpadu (BDT) yang ia pegang, sebelumnya ada 19.569 KK di Konawe yang tidak masuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun bantuan lain.

Setelah kuota penerima BLT Kemensos RI di Konawe disetujui, maka saat ini ada sekitar 4.000-an KK yang belum tersentuh bantuan, baik dari pusat maupun pemerintah daerah. “Itu masuk daftar tunggu penerima bantuan. Kedepan, yang 4.000 lebih KK itu akan kita prioritaskan. Sebab, itu sudah jadi tanggung jawab kami di Dinas Sosial Konawe,” ungkap Ichsan.

Dia juga menyebut, selain data penerima BLT, penerima BNPT di Konawe mencapai 16.044 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk bantuan PKH, mencapai 13.162 KPM. Sementara, untuk penerima program bantuan sosial pangan (BSP) di Konawe mencapai 17.018 KPM. Selain itu, ia membeberkan, masih ada data calon warga penerima manfaat di Konawe yang belum valid sebanyak 900-an KK. “Yang 900 lebih KK itu masih kita cocokkan dengan data dari Disdukcapil Konawe,” beber Ichsan.

Di tempat terpisah, Bupati Konawe Selatan (Konsel), H.Surunuddin Dangga menyebut BLT dana desa bersumber dari jumlah alokasi dana desa dan dana desa di masing-masing daerah. Dari jumlah itu akan direalokasi sekitar 25 persen untuk BLT.

“Ditengah pandemi Covid-19 ini, ada kebijakan untuk bantuan tunai bagi KK yang terdampak. Aturannya sudah ada tinggal saya tandatangani. Jumlahnya sama dengan dari Mensos, sekitar Rp 600 ribu per KK yang akan diberikan selama tiga bulan. Kan 25 persen dari dana desa. Itu diluar yang Rp 10 juta yang alokasikan untuk pencegahan Covid-19 di desa,” ungkapnya.

Untuk mengoptimalkan penyaluran BLT, Surunuddin memerintahkan kepala desa segera menverifikasi KK di desanya yang ikut terdampak. Khususnya yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. “Jadi kita hindari tumpang tindih. Supaya betul-betul data akurat. Makanya kita minta para kepala desa untuk bersinergi memverifikasi warga yang kena dampak ekonomi,” jelas Surunuddin.

Surunuddin menegaskan, sejauh ini belum ada anggaran yang digunakan Pemda terkait yang terdampak Covid-19. Terkait informasi yang beredar di luar bahwa Pemda sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk penanganan Covid, itu tidak benar.

“Itu ada info di Facebook katanya Pemda sudah habiskan dana Rp 4 miliar untuk penyemprotan disinfektan. Sekali lagi saya tegaskan, sepersen pun Pemda belum ada yang kita belanjakan. Baik dari dana saving APBD maupun yang lainnya,” tegas Surunuddin. (ags/adi/kam/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy