Waktu Ideal Berjemur di Bawah Sinar Matahari – Kendari Pos
Kesehatan

Waktu Ideal Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi virus korona jenis baru (SARS-CoV-2) atau Covid-19 membuat tren gaya hidup masyarakat berubah. Dari mulai bekerja di rumah, hingga membatasi diri dalam jarak interaksi sosial dengan tinggal di dalam rumah. Bahkan, saat menjaga kondisi kesehatan ikut berubah. Seperti ramai-ramai berjemur di bawah sinar matahari karena diaggap bisa membantu tubuh mencegah virus korona.

Sebagian orang menganggap berjemur yang lebih baik, dilakukan pada pukul 10.00 hingga 15.00 siang. Akan tetapi, bukankah sinar UV dikatakan paling baik justru di pagi hari? Mana yang benar? Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Jonathan R. Subekti, SpKK dari Klinik Bamed menjelaskan sinar matahari dapat meningkatkan kadar vitamin D yang sehat. “Kita semua tahu sinar matahari menyediakan vitamin D, yang diduga berdampak pada kekebalan tubuh,” ujarnya, kemarin.

Kendati begitu, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk berjemur. Akan tetapi sebetulnya, efektivitas kaitan antara berjemur dan membunuh virus belum ada penelitiannya. “Berdasarkan sepengetahuan saya, belum ada penelitiannya bahwa berjemur bisa membunuh virus. Tapi kalau bisa meningkatkan kekebalan. Namun itu juga tergantung durasi dan intensitas matahari,” tegasnya. Lalu soal waktu yang tepat untuk berjemur, menurutnya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, baik pagi hari ataupun siang hari, tak masalah untuk berjemur. Hanya saja durasinya yang harus diperhatikan. “Dua-duanyanya tidak salah (pagi atau siang). Hanya durasinya saja yang harus benar,” jelasnya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Eddy Karta, SpKK, PhD menyebut sinar matahari mulai bermanfaat untuk pembentukan vitamin D saat ketinggian 30 derajat (kurang lebih jam 8 pagi). Sementara di bawah jam 8 pagi, sinar matahari masih terhalang lapisan ozone (hanya UV A saja yang banyak), jadi belum terlalu banyak untuk meningkatkan sistem imun melalui vitamin D. “Tapi, idealnya itu saat ketinggian matahari 45 derajat, sekitar pukul 9 hingga 10 pagi. Di atas jam 10 pagi, sinar matahari masih bermanfaat (untuk meningkatkan sistem imun) tapi efek mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof.dr. Madarina Julia, Sp.A(K),MPH.,Ph.D., menjelaskan, tubuh manusia memerlukan sinar matahari untuk membantu meningkatkan produksi vitamin D di dalam tubuh.
Karena itulah, menurutnya, sinar matahari bisa menjadi sumber utama vitamin D alami (untuk meningkatkan produksi vitamin D dalam tubuh). “Vitamin D punya efek imunomodulator (senyawa) yang bisa memperbaiki sistem imun tubuh,” jelas Prof Madarina. (wan/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy