Utamakan Gotong Royong dalam Pembelajaran Daring – Kendari Pos
Edukasi

Utamakan Gotong Royong dalam Pembelajaran Daring

Guru dari jaringan sekolah Islam terpadu mendapatkan bantuan pangan.

KENDARIPOS.CO.ID — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia merespons kondisi merebaknya virus Corona atau Covid-19 di beberapa wilayah yang ada di Indonesia. Menurut Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri sebagai komunitas dan organisasi pendidikan di Indonesia, pihaknya sudah memberikan arahan dan imbauan, agar mengikuti kebijakan pemerintah. Di antaranya melakukan sosial distancing dan physical distancing.

“Coronavirus Disease atau Covid-19 berakselerasi dengan cepat bahkan telah berdampak negatif di bidang ekonomi dan sosial. Dibutuhkan segera gotong royong berbasis komunitas perangi Covid-19,” kata Zahri, beberapa waktu lalu.

Komunitas yang ada di seluruh lapisan masyarakat harus bergotong-royong dengan sukarela, saling membantu satu sama lain. Bisa dengan membantu pengadaan alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, hand sanitizer, masker, vitamin, dan sebagainya.

Bisa juga membantu dalam hal pengadaan sembako, meskipun hanya menyediakan satu nasi bungkus bagi saudara-saudara kita yang terkena dampak korona. “Ini bisa digerakkan oleh komunitas-komunitas yang ada di masyarakat sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing. Saya sangat bersyukur jika yang memiliki kelebihan harta bisa membantu yang masih kurang,” ungkap praktisi pendidikan ini.

Zahri menjelaskan, gotong royong berbasis komunitas adalah skala kecil dan ini lebih mudah dikendalikan. Menurutnya, Indonesia bisa mengatasi ancaman virus ini manakala tetap menjaga disiplin, dengan semangat gotong royong yang merupakan nilai-nilai Pancasila.

Dia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi melawan pandemi berbasis komunitas. Ini tidak hanya di pusat tetapi juga menyentuh tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, kelurahan, desa, bahkan sampai RT dan RW.

“Gotong royong merupakan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah perlu membangkitkan budaya gotong royong ini. Berilah contoh dan model, libatkan banyak komunitas seperti ibu-ibu PKK atau karang taruna, Komunitas Pengusaha, Komunitas Olahraga, Komunitas Pramuka, Komunitas Dokter, Komunitas Akuntan, Komunitas Pengacara, Komunitas Psikolog, Komunitas Guru, Komunitas Jurnalis, dan sebagainya,” tuturnya.

Komunitas guru, lanjutnya, bisa melakukan sosialisasi kepada siswa tentang bagaimana memerangi Covid-19. Lewat pembelajaran daring dengan materi-materi soal Corona agar siswa tahu betapa bahayanya virus tersebut. Selanjutnya siswa menularkan informasi tersebut kepada orangtuanya serta saudaranya. “Mendikbud selalu mengimbau agar dunia pendidikan bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, darurat gotong royong ini dapat menyelesaikan problem kemanusiaan,” ucapnya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy