TKA Diizinkan Masuk Sultra, Kok Bisa? – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

TKA Diizinkan Masuk Sultra, Kok Bisa?

TKA Cina

KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi virus korona (Covid-19) tak hanya berdampak buruk terhadap kesehatan manusia namun menjadi pukulan telak bagi operasional produksi beberapa perusahaan di Sultra. PT.Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) merupakan salah satu perusahaan yang merasakan dampaknya.

Kendati tidak sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, namun pihaknya tetap butuh efektivitas kinerja. Soalnya, ada alat produksi yang telah tiba di perusahaan (PT.VDNI) namun tidak punya operator. Karyawan yang ada tak punya keahlian untuk mengoperasikan itu. Jadi, solusinya harus mendatangkan lagi. Kalau tidak, perusahaan akan rugi.

“Kami merupakan perusahaan yang ada dalam proyek strategis nasional. Jadi, tidak ada PHK karyawan karena sudah diimbau pemerintah. Permasalahannya saat ini, tenaga (operator) yang akan kami datangkan dari Cina itu, tidak bisa masuk mengingat sedang mewabahnya virus ini. Disatu sisi, alatnya sudah datang dan ini investasi yang harus segera berjalan,” ujar Indrayanto, External Affairs Manager PT.VDNI, Rabu (22/4) kemarin.

Pria yang karib disapa Indra itu enggan menyebut berapa kerugian operasional perusahaan. Yang jelasnya kata dia, untuk kuartal ini, investasinya sekira Rp.5 sampai Rp.6 triliun. “Alat-alat ini harus dioperasionalkan oleh tenaga kami yang baru, karena yang lama akan segera kami pulangkan. Kalau tidak dipulangkan (TKA yang lama) maka kami akan rugi. Sebab, kita harus membayar mereka tanpa bekerja. Sebab, pekerjaan TKA yang lama sudah selesai,” kata pria murah senyum tersebut.

Dia berharap, pemerintah segera menangani musibah ini supaya perusahaan bisa kembali beroperasi seperti semula. “Sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19, beberapa waktu lalu kami sudah serahkan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan (Alkes) untuk para tenaga medis melalui Pemprov Sultra. Harapannya, bantuan tersebut bisa terdistribusi merata sehingga penanganan wabah ini bisa segera teratasi,” tuturnya.

“Warga sekitar tambang juga kami berikan bantuan. Utamanya masyarakat Kecamatan Puriala, Bondoala dan Kecamatan Morosi. Dengan bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi beban mereka ditengah pandemi Covid-19 ini,” sambung Indra. Lebih jauh Indra menjelaskan, di Cina saat ini wabah covid-19 sudah zero cases. Artinya, di sana sudah lebih baik. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan. “Justru sebenarnya, di sana (Cina) khawatir kalau ada warganya yang datang dari Indonesia. Soalnya di sini (Indonesia) wabah sedang ganas-ganasnya,” katanya.

Kantor Imigrasi Kendari tak bisa melarang TKA masuk ke Sultra untuk kepentingan pekerjaan sepanjang dokumennya lengkap dan telah menjalani karantina selama 14 serta dinyatakan sehat. Kepala Seksi Wasdakim Kantor Imigrasi Kendari, Purnomo menjelaskan, pihaknya tak punya kewenangan melarang TKA untuk masuk dan bekerja di perusahaan swasta di Sultra.

Kata dia, hal itu sudah diatur dalam Permenkumham nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. Jika TKA memiliki dokumen lengkap, seperti KITAS, Izin Kerja dan dokumen lainnya yang melegitimasi mereka legal, maka Kantor Imigrasi tak bisa melarang. Purnomo menuturkan kewenangan izin tentang TKA ada di tangan pemerintah pusat. “Semua izin ada di pusat. Secara hukum, berdasarkan aturan, TKA tetap boleh masuk ke Sultra untuk kepentingan kerja. Apalagi mereka bekerja di perusahaan yang masuk dalam proyek strategis nasional,”kata Purnomo kepada Kendari Pos, Rabu (22/4).

Kendati demikian, Imigrasi tetap melakukan pengawasan kepada orang asing. “Untuk saat ini, kami belum dapat informasi TKA yang akan datang. Kalau pun datang, tentunya tetap akan melalui prosedur kesehatan seperti karantina selama 14 hari, menjalani pemeriksaan ketat lalu dinyatakan sehat seperti 49 TKA yang datang sebelumnya,” imbuh Purnomo.

Imbauan physical dan social ditancing serta arus lalu lintas orang di selama pandmei virus korona dinilai menghambat sejumlah sektor usaha yang membutuhkan tenaga kerja asing (TKA), khususnya di Sultra. Keberlangsungan roda usaha sektor pertambangan sedikit banyak bergantung pada distribusi TKA.

“Sultra dan saya sesungguhnya tidak anti terhadap investasi asing. Termasuk dari Cina. Bahkan, pepatah mengatakan bahwa kita harus menuntut ilmu hingga ke negeri Cina. Saat ini hanya kepatuhan masyarakat dan izin Allah SWT yang bisa menyelamatkan kita dari wabah Covid-19,” imbuh Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh, kemarin. (ags/ade/yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy