Tenaga Medis Dapat Fasilitas Istimewa, Insentif Masih dalam Pembahasan – Kendari Pos
Metro Kendari

Tenaga Medis Dapat Fasilitas Istimewa, Insentif Masih dalam Pembahasan

Pj.Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sultra,
La Ode Ahmad P.Bolombo

KENDARIPOS.CO.ID — Pahlawan kesehatan patut disematkan kepada para perawat dan dokter yang sedang berjuang di garis depan melawan virus korona (Covid-19). Risiko tinggi terpapar virus diabaikan demi merawat para pasien. Sudah berbulan-bulan meninggalkan keluarga untuk menyelamatkan orang-orang yang terindikasi terpapar Covid-19. Mereka menjadi tameng hidup dan benteng pertahanan terakhir bagi masyarakat Sultra dari paparan virus korona. Sebuah pengorbanan mulia.

Sungguh pantas para perawat dan dokter mendapat panggung kehormatan sebagai pahlawan kesehatan. Perjuangan mereka tanpa pamrih. Tak berlebihan jika Gubernur Sultra, Ali Mazi mempersembahkan penghargaan yang tinggi kepada tim medis. Reward berupa insentif dan penyediaan fasilitas istirahat bagi tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas.

Pemprov Sultra menyediakan fasilitas istirahat bagi tenaga medis RS Bahteramas di salah satu gedung milik Claro Hotel Kendari. Gedung itu berbeda dengan kamar pengunjung hotel. Sebagai langkah awal sekira 80 kamar di siapkan. Jika masih dibutuhkan, Pemprov Sultra bersedia menyiapkan tambahan kamar untuk menjamin kenyamanan para tenaga medis yang bekerja untuk melawan Covid-19.

“Menginapkan tenaga medis di sebuah hotel adalah bentuk perhatian Pemprov. Tidak hanya sekedar memberikan memberikan fasilitas istirahat yang nyaman namun fasilitas penunjang lain pun menjadi perhatian kami untuk dipenuhi. Misalnya pemenuhan gizi setiap perawat dan dokter yang bertugas menangani Covid-19,” tutur Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 (GTC) Sultra, La Ode Ahmad P.Bolombo kepada Kendari Pos, kemarin.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sultra itu menjelaskan pemberian fasilitas merupakan bentuk komitmen dari pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Sultra. “Tenaga kesehatan itu mutlak diperhatikan Pemprov Sultra,” ungkap Ahmad P.Bolombo.

Direktur Politik Kementerian Dalam Negeri itu memastikan kesanggupan daerah dalam menangani Covid-19. “Gubernur dengan tegas menyatakan kita siap. Anggaran ada, dan apa yang menjadi kebutuhan akan kita suplai. Termasuk ketika kabupaten dan kota di Sultra menginginkan bantuan, kita akan koordinasikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan yang diinginkan,” tegasnya.

Terkait insentif para tenaga medis, mantan Direktur Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri itu menuturkan bahwa saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan anggaran. “Untuk besaran insentif masih dalam tahap perhitungan. Pada prinsipnya, pemerintah memastikan pemberian insentif sebagai reward atau penghargaan bagi para pahlawan kita saat ini dalam menghadapi wabah korona,” kata Ahmad P.Bolombo.

Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan sinergi dan pelayanan pemerintah baik gugus tugas maupun petugas kesehatan di Bahteramas sangat tinggi. Mantan Sekda Provinsi Sultra itu menambahkan penyediaan fasilitas sebagai bentuk motivasi dan reward. “Motivasi untuk memberi semangat dalam bekerja, mengabdi dan melayani pasien. Dengan istirahat yang nyaman dengan fasilitas memadai, tenaga kesehatan ini akan punya imunitas prima saat bekerja,”ujarnya.

Plt. Direktur RS Bahteramas, dr.Hasmudin mengungkapkan bahwa, total tenaga medis, perawat dan dokter yang menangani covid-19 di RS Bahteramas itu berjumlah 350 orang. “Penugasan berdasarkan sistem shift. 80 diistirahatkan dan sisanya bertugas. Ini bergilir, dengan jangka waktu istirahat satu minggu. Sedangkan pergantian shift setiap 8 jam,” urainya sembari menambahkan dalam masa istirahat di Claro Hotel, para tenaga medis diperintahkan menaati protokol kesehatan. Physical dan social distancing tetap dijalankan. Tidak boleh ada kontak dengan keluarga.

Perawat dan dokter yang diinapkan di Claro Hotel adalah petugas kesehatan yang sehat dan telah melakukan rapid test seperti dokter, perawat, radiolog, dan petugas laboratorium. “Walaupun mereka sehat, maka kamar yang digunakan di Claro tidak satu gedung dengan pengunjung hotel lainnya. Kami disiapkan empat lantai di gedung belakang dengan fasilitas lengkap, mulai makan, laundry serta antar jemput saat bertugas. Kami beri mereka tempat istirahat di hotel agar usai merawat pasien covid tidak langsung bercengkerama dengan keluarganya,”terang dr.Hasmudin.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr.Andi Hasnah mengaku mengusulkan rancangan anggaran sekira Rp 50 miliar untuk program kerja penanganan Covid-19. “Itu sudah termasuk anggaran insentif. Namun itu masih belum final, karena besaran dari insentif setiap tenaga medis sedang dalam perhitungan. Pada proses perhitungan pun itu harus tetap mengacu para peraturan yang ada,” pungkasnya. (yog/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy