Target PAD Muna Dirasionalisasi – Kendari Pos
Muna

Target PAD Muna Dirasionalisasi

Ilustrasi


KENDARIPOS.CO.ID — Perekonomian daerah diproyeksi kurang bergairah pada tahun ini karena terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna menilai target pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp 18 miliar sulit tercapai. Rencana rasionalisasi penerimaan disektor pajak dan retribusi kini sedang dikaji.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Muna, Sumitata, mengaku instansinya tengah mengidentifikasi sumber-sumber PAD yang lesu akibat menurunnya geliat ekonomi masyarakat. Identifikasi itu untuk menentukan rasionalisasi penerimaan yang jelas tahun ini. “Dari target Rp 18 miliar itu pastinya akan diturunkan. Nah berapa penyesuaian itu masih akan dihitung. Kami belum putuskan karena menunggu data dulu,” jelasnya, Senin (13/4).

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup itu menguraikan, Pemkab tengah memelajari sektor yang terdampak seperti pariwisata, restoran dan rumah makan, pasar dan perhotelan. Dampak paling kasat mata akibat pandemi untuk saat ini terlihat dari usaha rumah makan. Menurutnya, banyak pengusaha kecil menengah yang mulai mengeluh akibat kehilangan pendapatan. “Sudah ada beberapa laporan kami terima seperti rumah makan. Tapi ini kan baru beberapa minggu, jadi belum bisa diukur secara pasti,” terangnya.

Ia menambahkan, dari seluruh komponen PAD yang meliputi pajak dan retribusi daerah, ia berpendapat tidak seluruhnya akan terkena dampak serius. Misalnya pajak penerangan jalan dan pajak bumi dan bangunan. Sumitata rak merinci nilai PAD dari semua komponen. Hanya saja, selain melakukan rasionalisasi, Pemda juga menyiapkan stimulus untuk menjaga pendapatan tetap optimal. “Seperti apa nilai dan formulasinya, kami akan rapatkan dulu,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy