Tak Perlu Panik, Stok Beras di Sultra Berlimpah – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tak Perlu Panik, Stok Beras di Sultra Berlimpah

Beras

KENDARIPOS.CO.ID — Sulawesi Tenggara (Sultra) area transmisi lokal penyebaran Covid-19. Penerapan social dan physical distancing memicu panic buying. Masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok.

Semestinya itu tak perlu terjadi. Bahan pangan di Sultra dipastikan aman. Warga Sultra tak perlu khawatir kekurangan bahan pangan, terutama beras. Di tengah terpaan wabah virus corona, produksi beras Sultra tahun ini cukup melimpah. Bulan Mei mendatang, petani akan panen raya. Diproyeksikan sekira 32 ribu hektare padi siap panen. Ditaksir hasil panen padi kali ini mencapai 104.623,3 ton.

Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Sultra, Ari Sismanto mengatakan sektor pertanian menjadi penyanggah utama di masa pandemi covid-19. Sebab ketersedian pangan atau beras sangat penting. Makanya, pemerintah terus menggenjot produksi pertanian. “Kalau dari hitung-hitungan produksi pangan, kita aman. Karena mulai Maret hingga Juni kita panen raya. Bahkan untuk Mei merupakan waktu panen besar-besaran di Sultra,” ujarnya, Rabu (15/4) kemarin.

Bulan Mei kata dia, menjadi panen terbesar. Produksi padi ditaksir mencapai 104.623,3 ton. Untuk menjaga kestabilan stok beras di Sultra, para petani tidak perlu “mengistirahatkan” lahannya pasca panen bulan April. Mumpung masih berada di musim penghujan, maka hendaknya petani memanfaatkannya. Karena menurut Ari Sismanto, kemungkinan musim kemarau terjadi bulan Agustus. Dengan begitu, Agustus hingga September bisa di panen lagi.

“Untuk Maret luas panen itu sekira 3.369 hektare dengan produksi padi 12 ribu ton. Pada bulan April luas panen 18.738 hektare dengan proyeksi produksi sekira 69 ribu ton. Bulan Mei diproyeksi produksi padi tertinggi sekira 104 ribu ton. Pada Juni produksi diproyeksi sekira 63 ribu ton dengan luas panen sekira 19.324,4 hektare. Hitungan kami, stok beras kita aman hingga Desember nanti,”ungkap Ari Sismanto.

Pada periode Maret hingga Juni, produksi padi tertinggi di Kabupaten Konawe sekira 64 ribu ton. Sementara untuk wilayah tanpa produksi dalam periode bulan itu berada di wilayah Wakatobi. Wakatobi tidak memiliki produksi padi sama sekali, sebab kawasan itu juga tidak cocok sebagai sentra produksi pertanian khususnya padi sawah.

“Untuk sentra-sentra pertanian kita khususnya padi, saat ini yang digenjot bukan hanya padi sawah tetapi juga produksi padi gogo atau padi ladang di beberapa wilayah. Bulan ini akan ada panen padi gogo di Kabupaten Kolaka dan Konsel,”imbuh Ari Sismanto.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi berharap pandemi korona tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas petani. Sultra punya potensi besar di sektor pertanian, salah satunya produksi beras. Bahkan jika semua lahan diolah maksimal Sultra bisa menjadi lumbung beras nasional.

“Kita dari dulu dikenal sebagai lumbung beras. Untuk itu kita harus tingkatkan produksi,” ujarnya, kemarin.

Pemerintah pusat pun saat ini sedang memantau daerah-daerah dalam rangka peningkatan sektor pertanian. Khususnya produksi padi. Petani di Sultra tak pernah luput mendapat guyuran bantuan dari pemerintah pusat. “Ini patut kita syukuri. Awal tahun ini saya melakukan panen padi trisakti di Konawe. Hasilnya juga cukup maksimal, ” pungkas Ali Mazi. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy