Tak Miliki NUPTK, Guru Honorer Sultra Tetap Terima Gaji, Bersumber Dana dari BOS – Kendari Pos
Edukasi

Tak Miliki NUPTK, Guru Honorer Sultra Tetap Terima Gaji, Bersumber Dana dari BOS

Salah seorang guru SMAN 1 Kendari saat berinteraksi dengan para siswanya di kelas.

KENDARIPOS.CO.ID — Para guru yang masih berstatus tenaga honorer dan belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) di Sulawesi Tenggara (Sultra), bisa bernafas lega. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) telah menghapus ketentuan NUPTK sebagai salah satu syarat guru honorer dapat menerima gaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Aturan tersebut juga disampaikan oleh Kepala Dikbud Sultra, Asrun Lio saat diwawancari oleh KendarI Pos. Pihaknya mengungkapkan jika sebelumnya, guru honorer yang belum memiliki NUPTK tidak diperbolehkan mendapatkan gaji dari dana BOS. “Karena pandemi Covid-19 ini, para guru honorer bisa mendapatkan gaji dari dana BOS yang ada, dan besaranya itu diatur oleh satuan pendidikan masing-masing,” tuturnya, Selasa (21/4).

Diakuinya, saat ini guru honorer yang belum memiliki NUPTK dan SK Gubernur kurang lebih 300 orang. Sehingga berdasarkan peraturan dari Kemendikbud sebelumnya, mereka tidak bisa memperoleh gaji yang didapatkan dari dana BOS.

“Karena sekarang aturan tersebut sudah dicabut, jadi kepala Sekoalh sudah bisa menggunakan dana BOS untuk membayar gaji para guru honorer, dengan catatan mereka harus sudah terdata di pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), belum mendapatkan tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar, termasuk mengajar dari rumah dalam masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Selain untuk pembayaran gaji guru honorer yang belum memiliki NUPTK, akademisi UHO ini juga mengatakan jika dana BOS juga bisa digunakan oleh para guru dan siswa untuk menunjang proses pembelajaran Daring selama pandemi Corona ini. “Melalui kemudahan yang diberikan masyarakat Ditengah mewabahnya Covid-19, setidaknya bisa mengurangi dampak yang diakibatkan oleh virus ini. Khususnya pada dunia pendidikan di Sultra,” terangnya.

Diakuinya, proses pembelajaran Daring yang dilakukan oleh seluruh siswa di Sultra dalam kurung beberapa pekan ini, tentu mengakibatkan adanya tambahan biaya yang dikeluarkan para guru maupun para orang tua siswa. “Yang mengatur hal ini adalah masing-masing sekolah. Dikbud hanya akan mengarahkan dan melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Dinas Dikbud Pemprov Sultra telah menambah jadwal belajar di rumah hingga 29 Mei. Kebijakan itu tertuang dalam surat Kepala Dinas Dikbud Sultra bernomor 421/2001/2020 tertanggal 27 Maret yang diteken langsung oleh Asrun Lio. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy