Subsidi Silang Listrik Hoaks – Kendari Pos
Nasional

Subsidi Silang Listrik Hoaks

KENDARIPOS.CO.ID — Belum lama ini, tersiar kabar bahwa PLN menggratiskan listrik bagi pelanggan 450 Volt Ampere (VA) dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA bersubsidi, dimana biaya dibebankan kepada pelanggan nonsubsidi atau subsidi silang. Hal tersebut rupanya tidak dibenarkan oleh PLN.

“Itu tidak benar. Informasi subsidi silang itu hoaks. Pada intinya tidak ada subsidi silang bahwa pada satu sisi diturunkan atau digratiskan sedangkan pada sisi lain dinaikan. Itu tidak ada,” kata Muhammad Asmad Ranreng, Manager Pemasaran dan Pelayanan PLN UP3 Kendari, Rabu (78/4) kemarin.

Memang saat ini PLN mengadakan program gratis listrik dampak wabah korona selama 3 bulan bagi pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA subsidi,sesuai instruksi presiden, mengingat pelanggan tersebut sebagian besar merupakan rumah tangga tidak mampu.

“Jadi kalau ada masyarakat (pelanggan nonsubsidi) yang merasa tagihan listriknya meningkat, bukan karena kami menaikan listriknya diam-diam, tapi bisa jadi pemakaian listriknya yang meningkat. Apalagi saat ini kita kan tinggal di rumah. Nah, itu otomatis pemakaian naik. Mungkin yang dulunya (sebelum Covid-19 pemakaian listrik hanya saat anak-anak pulang dari sekolah). Nah sekarang anak-anak beraktivitas di rumah. Akhirnya (pemakaian listrik) dua kali lipat,” jelas Muhammad Asmad Ranreng.

Oleh karenanya, Asmad mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Apalagi sambung Asmad, saat ini (pandemi Covid-19) informasi hoaks banyak beredar. “Masyarakat jangan mudah percaya informasi yang bukan berasal dari PLN. Bagi masyarakat yang keberatan dengan pembayaran listriknya, bisa menghubungi kantor PLN terdekat atau menelpon 123 untuk melakukan pengecekkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, informasi subsidi silang ini membuat heboh jagad maya usai cuitan @podoradong di media sosial twitter. Dalam cuitannya @podradong menuliskan “Jadi listrik gratis dan diskon, biaya bebannya diambil dari kenaikan diam-diam konsumen non subsidi, istilahnya subsidi silang ala pemerintah. Pemerintah yang dapat nama, rakyat yang dibebankan dibohongi diam-diam Itu namanya….” tulisnya.

Postingan itupun menuai berbagai komentar. Salah satunya datang dari @surahman2002. “Nah ini om baru banget tadi saya ngomong ke istri, ko token listrik habisnya cepat banget dan ternyata beberapa orang di lingkungan saya pun demikian ngeluh juga,” kicaunya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy