Stok Pangan di Konsel Dijamin Aman – Kendari Pos
Konawe Selatan

Stok Pangan di Konsel Dijamin Aman

Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga (kiri) didampingi Wakilnya, H. Arsalim Arifin saat melaporkan ketersediaan pangan di daerahnya via Vicon pada Menteri Pertanian, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) memastikan stok pangan di daerah tersebut, aman hingga enam bulan kedepan. Jaminan itu disampaikan langsung Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga saat melakukan video conference dengan Menteri Pertanian, Sahrul Yasin Limpo di kawasan persawahan Desa Laeya, Kecamatan Palangga, Selasa (14/4).

“Kabupaten Konsel saat ini masuk awal panen dan puncaknya bulan Juni. Sekarang yang di panen adalah padi ditanam bulan Januari lalu. Berdasarkan data tim teknis pertanian, dari Oktober 2019 sampai Maret 2020, luasan yang ditanami mencapai 17.280 hektare,” rinci Konsel-1 itu, kemarin.

Sementara masa tanam dari Januari hingga Juni 2020, luas tanam padi sawah Konsel mencapai 17.243 hektare. Proyeksi produksi beras selama enam bulan kedepan mencapai 37.374,1 ton. “Dengan jumlah ini Konsel masih tetap surplus beras meskipun ditengah pandemi Covid-19. Total kebutuhan konsumsi beras pertahun di Konsel mencapai 34.733,85 ton. Berarti kita surplus 2.640,3 ton. Itu baru produksi sampai Juni,” yakinnya.

Di hadapan Mentan, Surunuddin kembali memastikan stok pangan beras Konsel aman.
Dikesempatan itu, Surunuddin meminta kepada Pemerintah Pusat agar dana alokasi khusus (DAK) pertanian yang jumlahnya mencapai Rp 9 miliar agar tidak ditunda. “Saya bermohon kepada Menteri agar anggaran pertanian segera diturunkan. Jangan di lock. Karena ini salah satu cara yang tepat untuk menghadapi masalah wabah ini, khususnya dalam menjamin ketersediaan pangan,” pintanya, disampingi Wakil Bupati, H. Arsalim Arifin.

Mantan Ketua DPRD Konsel itu juga menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini. Mulai dari masalah kesehatan, pengamanan sosial dibidang pangan dan juga sektor dunia usaha. “Saat ini yang terasa adalah petani tambak. Ekspor dan produksi dibidang kelautan dan perikanan menurun. Mungkin karena kurang pembeli. Sehingga kita tetap memikirkan bagaimana kebutuhan sehari-hari mereka tetap terpenuhi,” sambung Surunuddin. (b/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy