Stok Beras Aman, Bupati Konawe Minta Bulog Beli Gabah Petani – Kendari Pos
Konawe

Stok Beras Aman, Bupati Konawe Minta Bulog Beli Gabah Petani


KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Konawe sudah sejak lama bertengger di peringkat atas sebagai ikon lumbung beras di Sultra. Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa tak ingin ikon itu goyah dan warganya dalam bayang-bayang kelaparan akibat terpaan badai bernama wabah virus korona (Covid-19).

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (dua dari kiri), saat panen raya di Kecamatan Tongauna Utara.

Diakui atau tidak, penyebaran virus korona (Covid-19) berdampak pada sektor ekonomi. Warga dibuat menjerit akibat harga-harga barang melambung. Khususnya, harga kebutuhan bahan pokok. Pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe dalam komando Kery S.Konggoasa
tengah berupaya menstabilkan harga kebutuhan pangan tersebut.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menyebut, salah satu penyebab kenaikan harga sembako di wilayahnya, yakni pasokan sebagian barang kebutuhan pokok dari luar daerah yang tersendat. Sehingga, kata dia, waktu tempuh bahan pokok terdistribusi hingga ke Konawe semakin lama.

“Hukum ekonomi berlaku di situasi tersebut. Berkurangnya barang, pasti berimbas pada harga di pasaran. Sebab, biaya operasi atau pengangkutan barang juga naik karena barang kebutuhan pokok lama di jalan,” ujar Kery Saiful Konggoasa, Minggu (19/4) kepada Kendari Pos.

Dalam kondisi seperti ini, menurut Kery, pemerintah harus mengambil peran untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Sebagai instansi pemerintah yang menangani masalah pangan, Bupati Konawe dua periode itu meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) ikut terlibat dalam menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok itu. Misalnya, menyangkut ketersediaan beras yang ada di gudang Bulog Konawe saat ini. “Kalau beras kita masih aman. Tapi kebutuhan lain seperti gula itu bagaimana ? Ini harus diperhatikan oleh pihak Bulog Konawe,” ungkapnya.

Ketua Harian DPW PAN Sultra itu juga menuturkan, pihak Bulog setempat harus memberikan kepastian mengenai harga gabah yang siap dibeli dari petani di Konawe. Apalagi sudah ada kesepakatan di pihak pemerintah yang melarang para petani untuk menjual gabahnya seusai panen padi ke tengkulak.

Standar harga dari Bulog Konawe, kata Kery, sangat memengaruhi petani dalam memilih di mana mereka akan menjual hasil gabahnya.
“Berapapun banyaknya (gabah) yang dijual, Bulog tetap harus beli. Tapi, standar harga di Bulog itu harus diketahui juga. Kalau rendah, pasti (petani) larinya ke tengkulak,” beber mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Kery menambahkan, dalam bulan April hingga Mei 2020, petani di Konawe akan memasuki masa panen raya. Panen tersebut proyeksinya, bisa kembali mencukupi permintaan pasar sekaligus untuk cadangan stok yang disimpan gudang Bulog Konawe. Ia meyakini, selain mencukupi kebutuhan beras di Konawe, persediaan beras yang ada di wilayahnya saat ini juga mampu untuk menyuplai permintaan pasokan beras yang berasal dari kabupaten/kota se-Sultra.

“Panen raya Akhir April dan Mei ini, itu untuk musim tanam pertama. Begitu pula di masa tanam berikutnya. Saya target, bisa 300 ton beras yang dihasilkan petani di Konawe dalam kurun waktu satu tahun kedepan,” pungkasnya. (adi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy