Siap-siap, Wali Kota Usulkan PSBB di Kendari – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Siap-siap, Wali Kota Usulkan PSBB di Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Wilayah sebaran kasus virus korona (Covid-19) di Kota Kendari bertambah. Semula hanya tujuh kecamatan masuk zona merah. Kini menjadi delapan dari 11 kecamatan. Kasus pasien positif korona pun bertambah. Berangkat dari fakta itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengajukan usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Gubernur Sultra.

Usulan PSBB itu diajukan sebagai upaya preventif bertambahnya kasus virus korona sekaligus untuk memutus mata rantai penyebarannya. Usulannya telah diajukan ke Pemprov Sultra pada 20 April 2020. “Hari Senin lalu kita ajukan. Kita masih menunggu hasil rekomendasi dari Pemprov. Mudah-mudahan satu atau dua hari ini sudah keluar rekomendasinya. Setelah itu kami ajukan ke Kemenkes,” kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, Rabu (22/4) kemarin.

Pengajuan usulan PSBB tidak dilakukan Sulkarnain Kadir secara sepihak. Sebelumnya dia telah berkoordinasi dengan DPRD dan unsur Forkompinda. Jika usulan PSBB ini direstui, Pemkot Kendari akan melakukan sosialisasi ke masyarakat selama lima hari. “Belajar dari daerah lain yang kasusnya bertambah, hingga pasien yang dirawat mencapai ratusan orang. Kami tidak ingin banyak korban sebanyak itu sehingga PSBB ini kami diajukan ke Kemenkes,” tuturnya.

Ketua DPRD Kendari, Subhan mendukung langkah Pemkot dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kota Kendari yang kini sudah mencapai 20-an kasus.”Kami mendesak dan mendukung jika Pemkot mengajukan PSBB ke Kemenkes melalui Gubernur Sultra agar dilakukan di Kendari. Mengingat kita sudah masuk dalam zona merah,” tuturnya.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Kendari, Rajab Jinik mengatakan sudah sepakat akan mendorong pemerintah kota untuk segera melakukan PSBB. Selain PSBB, dewan akan mengusulkan karantina tiap RT untuk mengidentifikasi penyebaran dalam skala kecil. “Intinya kami mendesak untuk diberlakukannya kebijakan PSBB. Soalnya ini menyangkut kepentingan dan keselamatan kita bersama,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), Lukman Abunawas mengatakan pemberlakukan PSBB merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kemenkes RI. “Kalau ada kabupaten dan kota yang akan mengusulkan, silakan saja. Ajukan melalui pemerintah provinsi dan akan diteruskan kepada Menkes,” kata Lukman Abunawas saat di temui Kendari Pos di kantor Gubernur Sultra, Rabu (22/4).

Sebelum diteruskan ke Kemenkes RI, Pemprov Sultra akan memverifikasi terlebih dahulu, mengusulkan PSBB dari Pemkab maupun Pemkot. Lukman Abunawas menegaskan saat ini Kota Kendari dan Kabupaten Muna masuk sebagai daerah zona merah. “Nanti kita lihat lagi, apakah memang sudah layak untuk PSBB atau tidak. Karena tujuan PSBB itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Spiritnya adalah peniadaan kerumunan atau kumpul-kumpul,” tutupnya. (m2/ags/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy