Serangan DBD di Sultra Lebih Ganas : 682 Terjangkit, Tujuh Meninggal – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Serangan DBD di Sultra Lebih Ganas : 682 Terjangkit, Tujuh Meninggal


KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi virus korona menghantui masyarakat. Angka kasusnya masih berada pada level puluhan. Semua sumber daya, entah tenaga, pikiran hingga anggaran terkonsentrasi dalam upaya pencegahan penyebarannya. Namun pada sisi lain, ada kasus yang lebih horor. Demam berdarah dengue (DBD) serangannya lebih ganas.

Hingga April ini, sekira 682 masyarakat Sultra terjangkit (Lihat grafis). Bahkan mengakibatkan jumlah kematian yang lebih tinggi ketimbang virus korona. Terhitung Januari hingga April 2020, Dinas Kesehatan Provinsi Sultra mencatat ratusan pasien DBD. Sebarannya di 15 kabupaten dan kota, minus Kabupaten Buton Tengah dan Konawe Kepulauan. Sedangkan jumlah kasus meninggal dunia akibat DBD, sekira tujuh orang. Sebarannya di Kota Kendari sekira lima orang, Konawe dan Kota Baubau, masing-masing satu kasus.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr. Andi Hasnah. mengungkapkan Kota Kendari menjadi endemik DBD saat ini. Sebab punya tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di banding kabupaten dan kota lainya di Sultra. “Total kematian saat ini mendominasi di Kota Kendari, bahkan jumlah sebaran penyakit DBD pun tertinggi di sini. Hal ini rentan karena Kendari padat penduduknya,” ujarnya kepada Kendari Pos, Kamis (16/4) kemarin.

dr. Andi Hasnah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Jangan hanya fokus pada kasus virus korona semata. Apabila mulai merasakan gejala awal DBD, masyarakat harus bergegas memeriksakan diri. Jangan menunggu hingga fase kritis. “Jadi kita juga tidak boleh main-main dengan penyakit DBD. Sebab ini juga sebagai salah satu penyumbang kematian terbesar. Jumlah pasien yang meninggalpun mengalami kenaikan, pada pertengahan Maret lalu kasus kematian ada lima orang dan saat ini bertambah dua lagi,” ungkapnya.

dr.Andi Hasnah meminta masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan. “Belum ada indikasi kasus DBD ini menjadi kejadian luar biasa (KLB),”imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh mengungkapkan pemerintah harus tanggap terkait persoalan-persoalan yang sedang dihadapai masyarakat. “Jangan karena wabah virus korona, pemerintah melupakan adanya penyakit lain yang juga butuh perhatian yaitu DBD,” ungkapnya saat ditemui di kantor DPRD Provinsi Sultra.

Bagi Abdurrahman Shaleh, pemerintah harus mengambil langkah tegas mengatasi kasus DBD ini. Bukan hanya menangani virus korona. DPRD akan mendukung langkah pemerintah, dengan prinsip keseriusan demi melindungi masyarakat Sultra dari ancaman DBD. “Kita pasti suport. Memang ini perlu kerja ekstra di tengah wabah virus korona karena kita juga dihadapkan dengan kasus DBD. Semua penting ditangani demi melindungi keselamatan jiwa masyarakat kita,” tegasnya. (rah/yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy