Selamat Hari Kartini : 14 Kartini Sultra Berkontribusi Membangun Daerah – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Selamat Hari Kartini : 14 Kartini Sultra Berkontribusi Membangun Daerah

KENDARIPOS.CO.ID — Raden Adjeng (RA) Kartini memang sudah tiada. Buah pemikirannya tentang kesetaraan gender masih melegenda dan kokoh dalam relung sanubari setiap perempuan-perempuan modern di negeri ini, termasuk di Sultra. RA Kartini menjadi sosok inspiratif kartini-kartini masa kini.

Titisan RA Kartini di era kekinian, lahir dan tumbuh dalam beragam peran dan profesi. Mereka hadir dan mengambil peran di segala bidang, entah di sektor kesehatan, parlemen, pemberdayaan masyarakat dan perempuan. Mereka mampu mendobrak hegemoni pria dan tampil sejajar pada perannya masing-masing.

Kartini masa kini itu adalah Agista Ariany Ali Mazi (Ketua KONI Sultra/Ketua TP PKK Prov.Sultra), Hj.Tina Nur Alam, (Anggota DPR RI), Hj.Andi Nirwana Tafdil (Ketua TP PKK Bombana/Anggota DPD RI), Sri Lestari Sulkarnain (Ketua TP PKK Kota Kendari), dan Titin Nurbaya Kery S.Konggoasa (Anggota DPRD Prov.Sultra/Ketua TP PKK Konawe).

Selain itu, Hj.Surya Hutapea Tony Herbiansyah (Ketua TP PKK/Kepala Dinas Dikmudora Koltim), Yanti Setiyawati Rusman Emba (Ketua TP PKK Muna), Hj.Jusniar Samahuddin (Ketua TP PKK Buton Tengah), Delya Montolalu La Bakry (Ketua TP PKK Buton) dan Hj.Isma (Kepala BPKAD Prov.Sultra). Termasuk Hj.Sitti Saleha (Kepala Disperindag Prov.Sultra), dr.Hj.Andi Hasnah (Kepala Dinas Kesehatan Prov.Sultra), Asriani Koke (Kepala BPP Kendari) dan Hj. Hasmawati (Anggota DPRD Konsel).

Hari ini, 21 April 2020 hari lahirnya pelopor emansipasi wanita Raden Adjeng (RA) Kartini. Sejumlah pejabat memiliki makna tersendiri akan hari Kartini ini. Bagi Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sultra, La Ode Ahmad P.Bolombo hari Kartini dimaknai sebagai pelecut semangat para perawat dan dokter perempuan yang tengah berjuang melawan virus korona di garis depan.

“Mereka meninggalkan keluarga, hingga ancaman terpapar virus bahkan harus bertaruh nyawa demi tugas melawan covid-19.Apa yang telah dilakukan oleh para tenaga medis harus menjadi motivasi, spirit untuk kita masyarakat Sultra untuk bersama-sama melawan Covid-19. Seperti kata Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Hal itu juga yang kita yakini, wabah Covid-19 akan berlalu. Dan kita akan beraktivitas seperti sedia kala,”ujar La Ode Ahmad P.Bolombo, Senin (20/4) kemarin.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengatakan Kartini adalah sosok yang dapat memberikan semangat bagi perempuan Indonesia untuk dapat berkembang lebih baik lagi. “Bisa memberikan dorongan dan motivasi kepada seluruh perempuan Indonesia untuk terus belajar dan lebih produktif. Mudah-mudahan perempuan Indonesia sehat sejahtera semua,” kata Sulkarnain, Senin (20/4) kemarin.

Untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan di Kota Kendari, Sulkarnain meminta kaum perempuan untuk terlibat dalam setiap program-program yang telah dicangkannya bersama. “Perempuan merupakan potensi bagi daerah, jika daerah ingin maju maka potensi perempuan harus dikelola dengan baik,” tuturnya.

Dari data yang ada, kata Sulkarnain, jumlah penduduk di Kota Kendari berjumlah sekitar 400 ribu yang dimana hampir separuhnya adalah perempuan. Hal tersebut semakin menunjukkan perempuan di Kendari memiliki peran penting dan strategis dalam menyukseskan pembangunan di Kota.

Lebih lanjut Politisi PKS itu menjelaskan bahwa pembangunan yang responsif gender adalah pembangunan yang didalammnya selain ada peran laki-laki juga ada peran perempuan atau bahkan peran keduanya setara sehingga akses dan manfaat pembangunan dapat dibagi dengan adil dan dinikmati secara bersama-sama pula.

Ia mengungkapkan, sejauh ini Pemkot terus menunjukan komitmen untuk mendukung implementasi pengarusutamaan gender dalam pembangunan diberbagai bidang. Walaupun perolehan akses, manfaat dan partisipasi serta kontrol terhadap sumber daya manusia antara penduduk perempuan dan laki-laki belum setara.

Namun demikian, berbagai upaya telah dilakukannya untuk mempercepat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender. Misalnya melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) dengan menggunakan alat analisis Gender Analisis Pathway (GAP) dan alat analisis Gender Budget Statemen (GBS), sebagaimana yang terlihat pada sejumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah. “Kami sudah bentuk Tim Klinik PPRG,” ungkapnya.

Sulkarnain berharap, dengan terbentuknya Tim Klinik PPRG ini, komando 3 (tiga) OPD (Dinas P2PA, Bappeda, Inspektorat) sebagai driver dalam melakukan pendampingan pelaksanaan PPRG sangat diharapkan dapat memberikan penguatan dan kontribusi yang lebih terarah, sistematis, sinergis dan berkelanjutan. “Semoga ini memberikan dampak dan manfaat positif bagi perempuan maupun laki-laki sebagai penerima program untuk membangun kota lebih baik lagi,” tandasnya. (yog/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy