Regulasi Insentif Tenaga Medis Tuntas, DPRD Sutra Apresiasi Kebijakan Pemprov – Kendari Pos
Nasional

Regulasi Insentif Tenaga Medis Tuntas, DPRD Sutra Apresiasi Kebijakan Pemprov

Ilustrasi Tenaga Medis

KENDARIPOS.CO.ID — Insentif untuk perawat dan dokter yang bertugas melawan virus korona yang dijanjikan Gubernur Sultra, Ali Mazi mulai ada titik terang. Niat Ali Mazi memberi insentif didukung DPRD Sultra.

Kini,regulasi yang menjadi payung hukum pemberian insentif sedang dirancang. Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr.Andi Hasnah mengatakan, terkait insentif terhadap tenaga medis baik dokter maupun perawat sudah dibahas bersama gubernur.

“Yah insentif itu ada. Regulasinya sudah kami buat. Tapi apakah itu sudah di tandatangani atau belum saya kurang tahu. Yang jelas kemarin setahu saya belum (diteken,red). Dan hari ini saya sedang menerima bantuan APD dari perusahaan pertambangan di luar kota, jadi belum mengecek dan belum dapat kabar juga tentang insentif itu, ” ujarnya kepada Kendari Pos, Selasa (14/4).

dr.Andi Hasnah juga belum dapat menjelaskan secara detail rincian insentif. Sebab nanti setelah regulasi itu ditandatangani baru akan ketahuan jumlah rincinya. “Kita tidak mungkin mengandai-andai. Kita sudah bahas. Tetapi putusan akhir bila sudah ada regulasi jelas yang ditandatangani gubernur. Kalau memang sudah ada pasti kami akan sampaikan, ” pungkasnya.

Di tempat berbeda, anggota DPRD Sultra, Sudirman mengungkapkan sangat mendukung langkah pemerintah Provinsi Sultra dalam penanganan covid-19. Terutama penyediaan insentif tim medis, yakni para dokter dan perawat yang bekerja merawat dan mencegah penyebaran virus korona di Sultra. “Meski agak sedikit telat, tapi prinsipnya kami DPRD sangat mengapresiasi kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah,” tuturnya saat dihubungi Kendari Pos, kemarin.

Politisi PKS ini mengungkapkan bahwa terkait penanganan covid-19, sudah seharusnya mengambil langkah tegas dan cepat. “Berapapun kebutuhan anggaran guna penanganan covid-19 kami setuju. Lebih baik kita berkorban sekali namun dengan hasil maksimal, ketimbang mengambil langkah perlahan namun tak pasti kapan akan selesai,” ujar pria yang karib disapa Imenk itu.

Imeng menegaskan penyediaan anggaran untuk insentif tenaga medis harus dibarengi dengan kejelasan pengalokasiannya. “Termasuk besarannya dan mekanisme panyaluran insentif harus jelas sehingga para tenaga medis pun tidak lagi bertanya-tanya,” jelasnya.

Imenk meyakni adanya dana insentif tenaga medis ini dapat menjadi penyemangat para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak covid-19. “Semoga musibah ini segera berlalu. Dan para tenaga medis harus tetap menjaga kesehatan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Gubernur Sultra, Ali Mazi pernah mengatakan pemerintah akan memberikan insentif kepada tenaga medis dengan risiko tinggi saat menangani pasien korona.

“Tidak hanya perawat dan dokter saja, gugus tugas pun yang bekerja dalam penanganan korona kita berikan insentif sesuai kinerjanya. Termasuk Satgas Pemuda yang baru kita bentuk. Mereka akan mendapatkan Rp 200 ribu perhari sebagai insentif kerja. Jadi masih akan dibahas dan disepakati terlebih dahulu,” janji Ali Mazi Ali saat menyampaikan keterangan pers tentang kebijakan Pemprov Sultra dalam pencegahan penyebaran virus korona di rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra. (yog/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy