Pilkada Ditunda, Figur “Perang” di Dunia Maya – Kendari Pos
Politik

Pilkada Ditunda, Figur “Perang” di Dunia Maya

Dr. Najib Husain

KENDARIPOS.CO.ID — Ruang sosial media (Sosmed) akan menjadi medium kampanye bakal calon kepala daerah di saat penundaan Pilkada akibat pandemi Covid-19. Dunia maya akan menjadi wadah para figur yang akan berlaga di Pilkada untuk melakukan sosialisasi untuk meningkatkan elektabilitas.

Pengamat Politik dari Universitas Halu Oleo (UHO) Dr. Najib Husain mengatakan mengingat kondisi saat ini masyarakat yang beraktivitas di rumah, peran Sosmed maupun media konvensional sangat penting untuk kandidat memperkenalkan diri. Sejauh ini ia menilai bakal calon kepala daerah masih kaku dengan perubahan kondisi di lapangan, terutama dalam pemanfaatan Sosmed.

“Kondisi ini juga membuka peluang kepada Parpol untuk melakukan pertarungan Sosmed. Kondisi ini menuntut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk lebih jeli lagi dalam mengawasi Pilkada kali ini, mengingat pertarungan para kandidat bukan hanya terjadi di lapangan, tetapi Sosmed pun sudah menjadi ruang untuk para kandidat Parpol melakukan sosialisasi, hal ini juga perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran Pilkada,” ujarnya saat ditemui Kendari Pos.

Ia berharap Bawaslu harus siap dengan kondisi ini. Misalnya, dengan melakukan pendataan akun-akun para kandidat dan Parpol. Sehingga Bawaslu bisa memaksimalkan pengawalan dan pengawasan pada Pilkada.

“Untuk para kandidat, saat ini adalah awal untuk merubah strategi dalam bertarung. Bukan hanya bertarung di dunia nyata tetapi sudah saatnya kita bertarung di dunia maya,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengatakan pihaknya telah melakukan mengawal dan mengawasi Pilkada melalui Sosmed, seperti aktivitas bakal calon bupati dan wakil bupati. Termasuk, aktivitas ASN di Sosmed. “Ini salah satu langkah Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pilkada di saat pemerintah menetapkan darurat wabah Covid-19,” ungkapnya, kemarin (8/4).

Bawaslu juga melakukan sosialisasi pencegahan terjadinya pelanggaran Pilkada. Lembaganya merencanakan adanya paritisipasi publik dalam pengawasan pilkada, dengan mengadakan sekolah kader pengawas partisipatif, yang didorong secara online.

“Bawaslu mengajak masyarakat agar ikut mendaftar di sekolah kader pengawas partisipatif, untuk meningkatkan pengetahuannya mengenai pelaksanaan Pilkada, bentuk-bentuk kecurangan Pilkada, dan bagaimana cara menyampaikan laporannya ke pengawas Pemilu, baik laporan secara online maupun laporan secara langsung,” bebernya.

Sejauh ini, kata dia, peminat sekolah kader pengawas partisipatif sangat tinggi. Pendafataran baru 5 hari, pelamar diatas 2 ribu.

“Kami berharap, dengan semakin baiknya pengetahuan masyarakat terhadap pengawasan, titik rawan terjadi pelanggaran, dan masalah pelaksanaan Pilkada secara keseluruhan. Maka kualitas Pilkada kita akan semakin baik,” tutupnya. (m3/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy