Penerima PKH dan BPNT di Baubau tak Dapat BLT – Kendari Pos
Bau-bau

Penerima PKH dan BPNT di Baubau tak Dapat BLT

Abdul Rajab


KENDARIPOS.CO.ID — Bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak penyebaran virus corona, telah disiapkan pemerintah. Kota Baubau mendapat kuota penerima BLT dari pemerintah pusat, sebanyak 6.045 kepala keluarga (KK). Seluruhnya akan mendapatkan bantuan dana selama tiga bulan. Akan tetapi bagi masyarakat yang sudah masuk sebagai penerima program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan dana Lansia, tidak lagi mendapatkan BLT.

“Kalau sudah dapat PKH, BPNT maka sudah tidak bisa lagi dapat BLT. Baik BLT dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab, saat dikonfirmasi Jumat (24/4). Menurutnya, kuota BLT yang dijatahkan Pemerintah Pusat pada Kota Baubau ditentukan berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Data kemiskinan Kota Baubau sekira 14.136 KK. Kemudian dilakukan verifikasi dan sebagian besar sudah terdaftar sebagai penerima bantuan PKH, BPNT dan Bantuan Dana Lansia. “Makanya Kota Baubau hanya mendapat jatah 6.045 KK,” jelas Abdul Rajab. Data penerima BLT yang sudah diverifikasi pusat itu masih bisa berubah. Sebab Pemerintah Pusat menyampaikan, agar verifikasi lanjutan oleh Dinas Sosial di daerah kembali dilakukan. Untuk memastikan tidak ada masyarakat atau KK yang namanya dobel menerima bantuan. “Setelah verifikasi kita lakukan, maka gambaran pencairannya bisa kita tahu. Yang pasti dana BLT akan ditransfer melalui rekening yang mendapatkan. Besarannya Rp 600 ribu perbulan. Diterima selama tiga bulan mulai April, Mei, dan Juni. Jadi totalnya Rp 1.800.000 per KK,” rincinya.

Selain itu, kata Abdul Rajab, BLT dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) juga ada.

Pihaknya telah mengajukan usulan Kota Baubah sekira 19.667 KK sebagai calon penerima. Data itu diambil dari hasil pendataan yang dilakukan kelurahan dan RT. Hanya saja, dari usulan tersebut pihaknya belum mendapat informasi berapa yang disepakati.

Abdul Rajab menambahkan, pihaknya memastikan tidak akan ada KK yang dobel mendapatkan bantuan. Sebab proses verifikasi calon penerima telah dilakukan secara ketat. “Jadi kita filter di sini, kemudian provinsi sampai di pusat juga. Kemudian bagi KK yang sudah mendapat BLT dari pusat maka tidak boleh lagi mendapatkan BLT dari provinsi,” pungkasnya. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy