Pendaftaran Umrah Ditutup, Calon Jemaah Haji Dibatasi – Kendari Pos
Nasional

Pendaftaran Umrah Ditutup, Calon Jemaah Haji Dibatasi

Jemaah Haji


KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi melaporkan tentang penutupan sementara pendaftaran ibadah umrah hingga dibatasinya pendaftar calon jemaah haji reguler selama wabah virus corona (Covid-19).

Laporan disampaikan Menag Fachrul Razi saat rapat virtual dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4). Dia menyebutkan, pendaftaran umrah melalui aplikasi Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) diberlakukan sejak 12 Maret lalu.

“Penutupan dilakukan menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara ibadah umrah dan ziarah hingga batas waktu yang ditentukan kemudian,” kata Fachrul, Rabu (8/4).

Sementara itu, terkait pembatasan pendaftaran dan pembatalan haji reguler, dilakukan karena semakin meluasnya wabah covid-19 di seluruh Indonesia. “Jumlah (pendaftar) yang bisa dilayani maksimal lima orang per hari. Sistem akan melakukan pemblokiran secara otomatis bagi pendaftaran dan pembatalan, ketika kuota pendaftaran dan pembatalan sudah terpenuhi,” kata mantan Wakil Panglima TNI itu.

Pembatasan pendaftaran dan pembatalan haji reguler ini tertuang dalam SE Dirjen PHU No 24002/2020 tentang penyesuaian mekanisme pendaftaran dan pembatalan haji reguler kabupaten/kota.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi juga menyampaikan, jajaran Kemenag akan terus memantau kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait dengan penyelenggaraan haji 1441 H.
“Sepanjang belum ada pemberitahuan secara resmi kepada Pemerintah RI tentang pembatalan haji, maka Kemenag tetap melakukan persiapan sesuai jadwal seperti biasa dengan beberapa penyesuaian akibar Covid19,” kata Fachrul.

Dia menjelaskan, beberapa kegiatan persiapan ibadah haji yang mengalami penyesuaian antara lain, pelaksanaan PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) dilakukan dengan mekansime tanpa tatap muka dan nonteller.

Kemudian, penundaan pelaksanaan pelatihan petugas haji di 6 embarkasi. “Pelaksanaan pelatihan direncanakan jarak jauh dan praktik sebelum keberangkatan. Sebelumnya telah dilakukan pelatihan di 7 Asrama Haji,” lanjut mantan Wakil Panglima TNI itu.

Berikutnya, pelaksaan manasik haji dilakukan secara online dengan menyampaikan buku manasik lebih awal. Serta, penundaan pelaksanaan pembayaran kontrak dengan pihak penyedia barang dan jasa pelayanan haji di dalam negeri maupun di Arab Saudi.

Selain hal di atas, Kemenag juga melakukan kegiatan persiapan tambahan bagi keamanan penyelenggaraan ibadah haji mendatang. Antara lain, prosedur sanitasi di Asrama Haji, isolasi mandiri calon jemaah, pengetatan pemeriksaan di embarkasi. “Kami juga melakukan penambahan prosedur sanitasi layanan di akomodasi, transportasi di dalam negeri atau di Arab Saudi,” ujarnya. (fat/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy