Pemprov Sultra Pesan Swab Test, Plt Kadinkes: Kalau tak Ada Kendala, Pekan Depan Tiba – Kendari Pos
Metro Kendari

Pemprov Sultra Pesan Swab Test, Plt Kadinkes: Kalau tak Ada Kendala, Pekan Depan Tiba

Plt.Kadinkes Sultra, dr.Hj.Andi Hasnah (dua dari kanan) didampingi suami, Prof.Eka Suaib (kanan) menerima kunjungan Manajer Iklan Kendari Pos Awal Nurjadin (kiri) dan Manajer EO Kendari Pos, Nursyamsi Abidin (dua dari kiri), Kamis (23/4).

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra terus memaksimalkan ikhtiar memutus mata rantai penyebaran corona virus disease( Covid-19). Berbagai upaya telah dilakukan. Mulai seruan pakai masker saat ke luar rumah, physical dan social distancing, penerapan pola hidup sehat, dan sebagainya. Namun, akibat sebagian masyarakat belum disiplin dalam menjalankan anjuran pemerintah, sehingga wabah virus korona belum bisa dibendung.

Malah, jumlah penderita (positif korona) semakin bertambah. Beberapa daerah, terutama Kota Kendari diduga telah terjadi transmisi lokal dalam penyebaran wabah Covid-19. Sehingga, warga yang tidak saving, sangat rentan tertular. Parahnya, ada sebagian orang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Dia bisa menularkan ke orang lain, tanpa dia sadari.

Pemprov Sultra tak ingin semakin banyak warga yang tertular. Makanya, perlu disediakan swab tes. Nama alatnya, Polymerase Chain Reaction (PCR). Swab test ini berfungsi sebagai standar diagnostik virus korona yang dianjurkan WHO (World Health Organization). Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra, dr. Andi Hasna mengungkapkan, Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah dipesan. Bila tak ada aral, alat tes swab tersebut akan tiba pekan depan.

“Saat ini, alat tersebut sudah tiba di Indonesia dan tengah dilakukan serangkaian uji klinis di Wisma Atlet Jakarta. Mudah-mudahan pekan depan sudah sampai di Kendari,” ungkap dr. Andi Hasna saat berbincang dengan Manajer Iklan Kendari Pos, Awal Nurjadin dan Manajer EO Kendari Pos Nursyamsi Abidin di Kantor Dinkes Sultra, kemarin.

Istri Prof Eka Suaib itu menjelaskan, nantinya alat tes swab tersebut disimpan di RSU Bahteramas. Hal ini untuk mempercepat penanganan pasien yang positif covid-19. Belum lama ini, ada 300 orang lakukan tes swab. Namun karena belum ada alatnya, sehingga harus dikirim ke Makassar dan Jakarta.

“Hasilnya ada sekira 10 persen atau 36 pasien positif covid-19. Namun, karena lokasinya jauh, sehingga butuh waktu mengetahui hasil tersebut. Dengan adanya swab tes yang disiapkan Pemprov, bisa lebih cepat diketahui (positif covid atau tidak). Begitu juga dengan penanganannya bisa lebih cepat,” jelasnya.

Selain membahas soal swab test, dr Andi Hasna juga menjelaskan tentang serbarang alat pelindung diri (APD). Menurutnya, bantuan tersebut sudah disalurkan ke kabupaten/kota. Pihaknya bersyukur, selain APD yang diadakan Pemprov, beberapa diantaranya juga berasal dari sumbangan pihak lain. Salah satunya, PT VDNI. “Fokus utama yang mendapat APD adalah paramedis dan tenaga kesehatan. Sebab, mereka adalah garda terdepan melawan Covid-19,” terangnya.

Lebih jauh Andi Hasna menjelaskan, dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Sebab, itu akan mengganggu kondisi tubuh. “Secara medis, panik berlebihan bisa membuat imun seseorang menurun. Sehingga, kondisi ini berbahaya dan rentan terserang Covid-19. Lebih baik, ikuti arahan pemerintah. Semua itu untuk kebaikan bersama,” imbuhnya. (rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy