Pemkot Kendari Ajukan PSBB, Ali Mazi: Saya Tidak Bisa Memutuskan Sendiri! – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pemkot Kendari Ajukan PSBB, Ali Mazi: Saya Tidak Bisa Memutuskan Sendiri!

Ali Mazi – Sulkarnain


KENDARIPOS.CO.ID — Kota Kendari masuk dalam kategori penyebaran virus korona (Covid-19) yang cukup parah. Tercatat delapan kecamatan masuk zona merah. Merujuk data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra per 28 April pukul 17.00 Wita, angka orang tanpa gejala (OTG) sekira 125, tiga orang dalam pemantauan (ODP), dua pasien dalam pengawasan (PDP) dan 26 kasus positif virus korona. Jumlah yang sembuh sekira lima orang, dan kasus pasien positif yang masih dalam pengawasan sekira 19 orang.

Jumlah kasus yang terus bertambah membuat Pemkot Kendari mengajukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Sultra. Gubernur Sultra, Ali Mazi belum memberi lampu hijau dan masih mengkaji usulan PSB yang diajukan Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.

Ali Mazi menuturkan Pemprov Sultra tidak bisa memutuskan sendiri penetapan PSBB yang diusulkan Pemkot Kendari. Mesti dikoordinasikan dan diputuskan bersama seluruh stakeholder terkait di Sultra. “Saya tidak bisa memutuskan sendiri keputusan tersebut. DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut. Untuk itu, hingga saat ini usulan tersebut masih menunggu unsur Forkopimda lengkap,” ujar Ali Mazi saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, kemarin.

Menurutnya, ada berbagai indikator yang harus dipenuhi atau dipertimbangkan untuk memutuskan PSBB atau tidak. “Kita harus rapat. Insya Allah dalam waktu dekat, semua stakeholder terkait dapat berkumpul dan akan membahas usulan PSBB Pemkot Kendari. Kita berharap apa yang diputuskan pemerintah adalah hal yang terbaik untuk masyarakat Sultra, khususnya Kota Kendari,” tegas Ali Mazi.

Sayangnya, Gubernur Sultra Ali Mazi belum dapat memastikan keputusan merestui usulan PSBB dikeluarkan. “Apakah keputusan akan ditindaklanjuti ke Kementerian Kesehatan atau tidak, kita tunggu hasil rapatnya nanti. Dalam waktu dekat kita akan bahas usulan PSBB Kota Kendari,” pungkasnya.

Meski usulannya baru akan dibahas, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir sangat berharap Gubernur Sultra, Ali Mazi memberi restu agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
diberlakukan dan diusulkan ke Menteri Kesehatan (Menkes) RI. Kebijakan tersebut sebagai salah satu langkah preventif mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Saya berharap, usulan kami menjadi pertimbangan bapak Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk mendukung sekaligus memberikan rekomendasi PSBB dan diusulkan kepada Menkes RI untuk mendapat persetujuan.

Kami sudah usul PSBB di Pemprov. Masih tunggu rekomendasi dari beliau Gubernur Sultra. Kalau sudah ada rekomendasi itu, kita akan usul di Menkes. Karena kebijakan PSBB itu hak pemerintah pusat,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Selasa (28/4).

Meski belum sepenuhnya siap menerapkan PSBB, bagi Sulkarnain Kadir, PSBB ini dinilai sebagai suatu keharusan dan wajib dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari penularan virus korona. “Kebijakan PSBB ini kita ambil untuk melindungi masyarakat Kota Kendari dan sebelumnya juga kita sudah rapat bersama Forkopimda Kota Kendari sebelum mengusulkan ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), Lukman Abunawas mengatakan pemberlakukan PSBB merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kemenkes RI. “Kalau ada kabupaten dan kota yang akan mengusulkan, silakan saja. Ajukan melalui pemerintah provinsi dan akan diteruskan kepada Menkes,” kata Lukman Abunawas saat di temui Kendari Pos di kantor Gubernur Sultra.

Sebelum diteruskan ke Kemenkes RI, Pemprov Sultra akan memverifikasi terlebih dahulu, mengusulkan PSBB dari Pemkab maupun Pemkot. Lukman Abunawas menegaskan saat ini Kota Kendari dan Kabupaten Muna masuk sebagai daerah zona merah. “Nanti kita lihat lagi, apakah memang sudah layak untuk PSBB atau tidak. Karena tujuan PSBB itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Spiritnya adalah peniadaan kerumunan atau kumpul-kumpul,” tutupnya. (yog/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy