Pemberangkatan Calon Haji Tunggu Petunjuk Pusat – Kendari Pos
Nasional

Pemberangkatan Calon Haji Tunggu Petunjuk Pusat


KENDARIPOS.CO.ID — Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) 2020 belum jelas. Merebaknya kasus Covid–19 menjadi salah satu penyebabnya. Saat ini, semua Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Khususnya Menteri Agama (Menag).

Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos, Irwan Zainuddin (dua dari kiri)dan Kepala Kanwil Kemenag Sultra,Fesal Musaad (tengah) usai diskusi, Senin (13/4). Tampak Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi (dua dari kanan), Biro Direksi Kendari Pos, Sawaluddin Lakawa (kanan) dan Manajer Iklan Kendari Pos, Awal Nurjadin (kiri).

Informasi belum adanya keputusan pemerintah pusat, terkait pemberangkatan CJH disampaikan Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad saat berdiskusi dengan Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin, Direktur La Ode Diada Nebansi, beserta jajaran manajemen Kendari Pos di ruang kerjanya, kemarin.

“Sejauh ini belum ada petunjuk pusat, apakah dilanjutkan (pemberangkatan) atau dibatalkan. Kalau ada pemberitahuan atau informasi beredar bahwa dibatalkan atau seperti apa, itu hoaks. Pastinya, sampai sekarang belum ada putusan pusat, kalau pemberangkatan haji dibatalkan,” tegas Fesal Musaad.

Lalu bagaimana dengan persiapan? Menurutnya, sejauh ini masih on progres. Semua berjalan sesuai skedule. Terutama soal pelunasan besaran biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). “Insya Allah semua masih berjalan sesuai jadwal,” ujar Fesal Musaad.

Calon jemaah haji Sultra wajib merogoh kocek Rp.38.352.602 (Rp 38,3 juta) untuk berangkat haji ke Tanah Suci, Makkah. Sedangkan untuk Petugas Haji Daerah (PHD) dan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), wajib membayar Rp 72,3 juta.

Besaran biaya BPIH tahun 1441 Hijriah atau tahun 2020 Masehi sudah dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2020 tertanggal Maret. Keppres BPIH diterbitkan setelah Kementerian Agama dan DPR RI menyepakati besaran biaya haji tahun ini.

Keppres ini mengatur Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), untuk jemaah haji reguler, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Setelah Keppres BPIH terbit, maka tahapan selanjutnya adalah pelunasan BPIH oleh jemaah haji. “Pelunasan BPIH menggunakan mata uang rupiah,” ujar Lamaidu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sultra belum lama ini.

Ditjen PHU sudah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak melunasi BPIH Reguler 1441H/2020M yang bisa diakses melalui www.kemenag.go.id. “BPIH disetorkan ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, baik secara tunai atau non teller,” jelasnya.

Adapun Jemaah haji yang meninggal dunia setelah ditetapkan berhak melunasi BPIH, dapat dilimpahkan porsinya kepada keluarga sesuai ketentuan.

Khusus di Sultra, jemaah yang wajib melunasi BPIH sebanyak 2.019 orang. Itu sesuai kuota yang diberikan Kemenag RI yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 121 Tahun 2020.

Secara nasional, lebih dari 70 persen jemaah haji Indonesia berhak melunasi biaya haji, baik reguler maupun khusus, tercatat sudah melakukan pelunasan. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis menyampaikan, kuota haji Indonesia tahun 2020 berjumlah 221.000 jemaah. Terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. “Sampai 9 April 2020, sebanyak 142.883 jemaah atau 70,27 persen sudah melunasi Bipih Reguler. Dari jumlah itu, ada 580 lansia yang sudah melakukan pelunasan. Pelunasan tahap satu berlangsung hingga 30 April. Jika masih ada sisa kuota, dibuka tahap kedua, 12 Mei hingga 20 Mei 2020,” imbuh Muhajirin Yanis, kemarin. (rah/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy