Peduli Tenaga Medis, Pangdam Serahkan Bantuan 2.000 APD dan 600 Rapid Test – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Peduli Tenaga Medis, Pangdam Serahkan Bantuan 2.000 APD dan 600 Rapid Test

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Andi Sumangerukka (kiri) menyerahkan 2.000-an Alat Pelindung Diri (APD) secara simbolis. APD disiapkan untuk tenaga medis di Sultra dalam mencegah dan menangani Covid-19. Gubernur Sultra, Ali Mazi (kanan) menerima APD dari Pangdam.

KENDARIPOS.CO.ID — Tim medis yang sedang berjuang melawan wabah virus korona (Covid-19) mendapat tambahan “amunisi”. Ribuan alat pelindung diri (APD) dan ratusan rapid test tiba di Sultra, Rabu (8/3).

Bantuan medis untuk tenaga kesehatan itu datang dari Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Andi Sumangerukka. Mantan Komandan Korem 143 HO Kendari itu jauh-jauh datang dari Markas Komando Kodam XIV Hasanuddin dan menyerahkan secara langsung 2.000 APD serta 600 rapid test. Bantuan diterima Gubernur Sultra, Ali Mazi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur.

Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka mengatakan ribuan bantuan itu merupakan bukti komitmen TNI dalam percepatan penanganan Covid 19 di Indonesia, khususnya di Sultra. “Bantuan kemanusiaan ini bersumber dari TNI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pihak swasta. Khusus dari TNNI kami serahkan 2.000 APD,” ujarnya saat serah terima bantuan APD kepada Pemprov Sultra, kemarin.

Mantan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sultra itu menambahkan masih akan ada bantuan selanjutnya sekira 2.000 unit. Seluruh bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian TNI kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan memerangi Covid-19.

“Para tenaga medis sangat membutuhkan APD. Saya berharap bantuan ini dapat mendukung kerja-kerja tenaga medis dalam menjalankan tugas mulia, berperang melawan wabah Covid-19,” ungkap Mayjen TNI Andi Sumangerukka.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengapresiasi uluran tangan Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka yang memberikan bantuan APD. “Terima kasih. Di situasi saat ini, semua orang mengurangi aktivitas dan bepergian, namun demi menjalankan tugas kemanusiaan, Pangdam mau datang ke Sultra memberikan bantuan. Kita berdoa semoga wabah Covid 19 ini bisa segera berlalu,” kata Ali Mazi.

Pada sisi lain, Ali Mazi meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menaati imbauan pemerintah dalam menangkal penyebaran Covid-19. “Tetap gunakan masker. Karena masker melindungi saya dan saya melindungi anda, serta anda melindungi saya,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, juru bicara gugus tugas Covid-19 Sultra, dr.La Ode Rabiul Awal menjelaskan tentang pemeriksaan berbasis rapid test. Menurutnya rapid test bukan diagnostik, tetapi sebagai screening atau seleksi untuk memilah antara yang berpotensi atau tidak berpotensi terinfeksi karena adanya keluhan klinis, dan risiko terpapar. “Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan, ujarnya.

Selain itu, pemeriksaan diagnostik untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab (usapan tenggorok). dr.Rabiul Awal menambahkan hasil positif (+) pada rapid test tidak serta merta seseorang dikatakan sebagai penderita Covid-19, namun mesti diikuti dengan hasil RT-PCR.

“Ini sangat penting untuk menghindari stigmatisasi di tengah masyarakat kepada yang telah mengikut prosedur rapid test positif,” ungkap pria yang karib disapa dokter Wayong itu.

Sebaliknya, menurut dr.Rabiul Awal, hasil negatif pada rapid test bukan pula berarti bebas dari Covid-19. Namun mesti melakukan rapid test lagi setelah 10 hari. Bila hasilnya negatif (-), maka dapat dinyatakan bebas dari Covid-19. Jika hasilnya positif (+) maka harus diikuti dengan pemeriksaan RT-PCR.

“Nah, baik yang positif maupun negatif tetap menjalani prosedur isolasi (karantina diri), karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19,” tutup dr.Wayong. (yog/m2/b)

Tentang Rapid Test
-Pemeriksaan rapid test bukan diagnostik
-Hanya sebagai screening/seleksi/pilah
-Pemilah antara yang berpotensi atau tidak berpotensi terinfeksi
-Rapid test membantu memutus mata rantai penularan

Pemeriksaan Diagnostik
-Pemeriksaan untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR)
-Melalui swab/usapan tenggorok
-Hasil positif ( + ) rapid test tidak otomatis menderita Covid-19
-Mesti diikuti RT-PCR
-Hasil negatif ( – ) rapid test bukan berarti bebas Covid-19
-Mesti diulang setelah 10 hari
-Jika masih negatif, berarti bebas Covid-19
-Jika positif diikuti pemeriksaan RT-PCR

Prosedur Pasca Rapid Test
-Usai periksa melalui rapid test harus ikut prosedur
-Baik yang positif maupun negatif
-Prosedurnya, isolasi atau karantina diri
-Mereka yang diperiksa adalah secara surveilans dianggap terkait Covid-19

Sumber : Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra
DATA DIOLAH KENDARI POS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy