Nilai Tukar Petani Sultra Meningkat – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Petani Sultra Meningkat

Petani sedang memanen padi di area persawahan Ranomeeto, Konawe Selatan, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Maret 2020 tercatat 97,28 atau mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 97,01. Kenaikan tersebut disebabkan satu dari lima subsektor yang membangun NTP Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,27 persen. Sedangkan empat subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu subsektor hortikultura sebesar 0,08 persen, subsektor peternakan sebesar 0,38 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,50 persen.

“Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada Maret 2020, NTP Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen dibanding bulan Februari 2020 yaitu dari 97,01 menjadi 97,28,” Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Moh Edy Mahmud, pekan lalu.

Edy menjelaskan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. “Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani,” tuturnya.

Dilihat dari indeks harga yang diterima petani Sultra ra pada Maret 2020, satu dari lima subsektor mengalami kenaikan yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,62 persen. Sedangkan subsektor lainnya mengalami penurunan yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0,18 persen, subsektor hortikultura sebesar 1,67 persen, subsektor peternakan sebesar 0,14 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,88 persen.

Sementara, indeks harga yang dibayar petani Sultra tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen dibandingkan Februari 2020, yaitu dari 103,46 menjadi 103,62. Kenaikan indeks terjadi pada semua subsektor yang mendukung nilai tukar petani yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,11 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,08 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,20 persen, subsektor peternakan sebesar 0,15 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,14 persen.

Selain itu, Sultra tercatat mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,14 persen pada Maret 2020. Hal itu terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada subkelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,18 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,13 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen, kesehatan 0,03 persen, transportasi sebesar 0,09 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen, rekreasi,olahraga, dan budaya sebesar 0,68 persen, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,22 persen. Subsektor pendidikan dan subsektor penyediaan makanan dan minuman tercatat stagnan, sedangkan subkelompok perumahan air, listrik,dan bahan bakar rumah tangga turun sebesar 0,04 persen.

Dari 34 provinsi yang dilaporkan, terjadi kenaikan NTP di enam provinsi pada Maret 2020, sedangkan 28 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 0,76 persen disusul Provinsi Banten sebesar 0,50 persen, dan Provinsi Bali sebesar 0,48 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan NTP terbesar adalah Provinsi Riau sebesar 3,51 persen disusul Provinsi Sumatera Selatan sebesar 2,82 persen, dan Provinsi Bengkulu sebesar 2,71 persen. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy