Neraca Perdagangan Sultra Defisit – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Neraca Perdagangan Sultra Defisit

Kapal kontainer yang akan melakukan proses bongkar muat di Pelabuhan Nusantara dijalan WR. Soepratman, Kendari, beberapa waktu lalu

KENDARIPOS.CO.ID — Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Februari 2020 tercatat US$100,65 juta atau mengalami penurunan sebesar 40,27 persen dibanding Januari 2020 yang tercatat US$168,50 juta. Sementara, volume ekspor Februari 2020 tercatat turun 63,76 persen dibanding Januari 2020 yaitu dari 155,11 ribu ton menjadi 56,20 ribu ton.

“Nilai ekspor langsung Sultra pada Februari juga mengalami penurunan 42,46 persen dibanding Januari, yaitu dari US$143,05 juta menjadi US$82,31 juta. Sedangkan, volumenya turun 66,62 persen dari 143,85 ribu ton pada Januari menjadi 48,01 ribu ton pada Februari,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Moh Edy Mahmud, kemarin.

Namun, secara kumulatif, total ekspor Sultra pada Januari sampai dengan Februari 2020 tercatat US$269,15 juta atau naik 37,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 sedangkan volume ekspor kumulatif Januari-Februari 2020 turun 90,20 persen dibanding Januari sampai Februari 2019 yaitu dari 2.157,23 ribu ton menjadi 211,31 ribu ton.

Edy menyebutkan, ekspor Sultra pada Februari didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$97,85 juta, selanjutnya kelompok buah-buahan di urutan kedua dengan nilai US$1,47 juta, dan kelompok komoditi ikan dan udang di urutan ketiga dengan nilai US$1,06 juta. “Penurunan terbesar ekspor Sultra bulan Februari dibanding bulan Januari terjadi pada kelompok komoditi besi dan baja senilai US$66,41 juta atau 40,43 persen,” jelasnya.

Secara kumulatif Januari-Februari, negara tujuan ekspor utama Sultra yaitu Tiongkok, India, Korea Selatan, Vietnam dan Amerika Serikat. Masing-masing dengan nilai US$240,26 juta, US$19,42 juta, US$5,89 juta, US$1,36 juta, dan US$1,01 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,55 persen dari total ekspor Sultra pada periode Januari-Februari.

“Turunnya ekspor Sultra pada bulan Februari dibanding Januari diikuti oleh turunnya ekspor ke tiga negara tujuan utama yaitu Tiongkok turun senilai US$63,26 juta (41,68 persen), India turun senilai US$3,48 juta (30,42 persen), dan Korea Selatan turun senilai US$0,32 juta (10,29 persen),” pungkasnya.

Sementara itu, nilai impor Sultra pada Februari 2020 tercatat US$146,25 juta atau mengalami kenaikan sebesar 58,61 persen dibanding imporJanuari 2020 yang tercatat US$92,20 juta. Volume impor pada Februari 2020 tercatat 337,51 ribu ton atau naik 50,04 persen dibanding impor Januari 2020 yang tercatat 224,94 ribu ton. Selama periode Januari 2019 sampai Februari 2020, nilai impor Sulawesi Tenggara tertinggi tercatat pada November 2019 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta.

Impor Sultra pada Februari 2020 didominasi oleh kelompok komoditi mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan nilai US$40,38 juta (27,61 persen) dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nilai US$40,27 juta (27,53 persen). Kenaikan terbesar impor Sultra Februari 2020 dibanding Januari 2020 terjadi pada kelompok komoditi Besi dan Baja senilai US$16,12 juta (12.180,84 persen).

“Impor Sultra Februari 2020 mengalami kenaikan sebesar 58,61 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikan impor terbesar dari Tiongkok senilai US$30,06 juta atau 47,50 persen,” tutur Edy.

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-Februari 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$156,62 juta (65,68 persen), diikuti Australia dengan nilai US$48,23 juta (20,23 persen), dan Singapura dengan nilai impor US$16,24 juta (6,81 persen). Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 92,72 persen dari total impor Sultra pada Januari-Februari 2020. Selama Januari-Februari 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami kenaikan sebesar US$0,37 juta (220,36 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 175,96 persen atau senilai US$107,38 juta dan barang modal naik 231,05 persen atau senilai US$48,51 juta.

“Nilai neraca perdagangan Sultra pada Februari 2020 mengalami defisit sebesar US$45,60 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sulawesi Tenggara Januari-Februari 2020 mengalami surplus US$30,70 juta. Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-Februari 2019), dimana nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus US$114,16 juta,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy