Nelangsa Para Tuna Netra Karena Corona, Sebulan Tak Terima Job – Kendari Pos
Metro Kendari

Nelangsa Para Tuna Netra Karena Corona, Sebulan Tak Terima Job

Udin Hartono

KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi Korona berdampak buruk bagi banyak pihak. Dari pengusaha besar hingga mereka masyarakat kecil. Udin Hartono (penyandang tuna netra) beserta belasan lainnya yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) ikut merasakan dampak virus ini. Sudah sebulan lamanya, penyandang disabilitas yang punya berprofesi sebagai tukang pijat ini kehilangan job.

Praktis selama satu bulan para tuna netra ini menganggur, dan sudah dipastikan dirinya tidak berpenghasilan. Padahal mereka ini adalah kepala keluarga, yang harus menghidupi anak istrinya. Seperti Udin Hartono sendiri memiliki empat anak, dan tiga diantaranya masih balita. “Saya bingung ini tidak ada penghasilan, anak-anak saya masih kecil-kecil kasihan, mereka butuh makan,” katanya memelas saat mendatangi Kantor Graha Pena Kendari Pos, siang kemarin (7/3).

Udin mengaku bingung harus mengadu kepada siapa, yang dia tahu media merupakan sarana penyambung lidah rakyat untuk sampai kepada pemerintah. Dia mewakili rekan-rekannya berkeinginan kebijakan pemerintah ini, bukan hanya sekedar himbauan, tapi efek dari intruksi tinggal di rumah juga harus dipikirkan solusinya.”Kami harap pemerintah ada di tengah kita masyarakat kecil yang tidak berdaya ini. Kalau saya punya ketrampilan lain pasti sudah berusaha yang lainnya. Tapi dengan segala keterbatasan ini, saya bingung harus bagaimana,” ucapnya.

Lelaki 40 tahun ini menekuni profesi terapi pijat sejak tahun 2005, yang didapatkannya setelah mengikuti pelatihan. Selama ini Udin tinggal di Lorong Bina Guna, Jalan Samratulangi, Kemaraya, Kendari. Dia menumpang di rumah kenalanannya. Sejak virus Corona masuk Kendari, istri dan anaknya dititipkan kepada mertua di Kabupaten Muna.

Sebelum virus Corona merebak, Udin memiliki banyak pasien. Biasanya dia mangkal di beberapa hotel, karena banyak tamu hotel yang minta dipijat dengan tarif Re 100 Ribu satu kali pijat. Atau mereka yang sudah kenal, biasanya mendatangi Udin, atau minta didatangi di rumahnya.

“Saya hanya berharap, ada pihak yang perduli dengan kami. Baik itu pemerintah, ataupun mereka yang hidup berkecukupan. Jangan sampai kami ini para kaum tuna netra mati kelaparan karena Virus Corona. Bukan karena terinveksi virus tapi karena tidak punya makanan,” harapnya. (lis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy