Nasabah Terdampak Covid-19 Segera Ajukan Permohonan – Kendari Pos
Nasional

Nasabah Terdampak Covid-19 Segera Ajukan Permohonan

KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu menerbitkan kebijakan stimulus bagi perekonomian melalui POJK No.11/POJK.03/2020. Dengan kebijakan ini, perbankan dapat merestrukturisasi kredit yang debiturnya terkena dampak penyebaran korona (Covid-19).

Sejak kebijakan tersebut diumumkan, sejumlah bank di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menerima pengaduan dari nasabah. Branch Manager PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Kendari, Fitrawan mengungkapkan hingga Selasa (31/3) pagi, pihaknya telah menerima lebih dari 10 pengaduan nasabah terkait dampak wabah korona.

“Sejauh ini sudah lebih dari 10 nasabah yang mengadu. Beberapa di antara mereka meminta keringanan dan kebijakan dari Bank Muamalat,” ungkap Fitrawan kepada Kendari Pos, Selasa (31/3) kemarin.

Ia mengimbau nasabah yang terdampak agar segera mengajukan permohonan keringanan kepada Bank Muamalat tanpa harus datang langsung ke bank. Dapat melalui saluran telepon dan email. Keringanan pembiayaan dapat diberikan setelah Bank Muamalat memverifikasi kelayakan mengacu pada ketentuan OJK terkait kriteria nasabah yang terdampak wabah korona.

Bagi nasabah yang betul-betul terdampak, dan dari hasil survei di lapangan menunjukan terjadinya penurunan omset, maka langkah restrukturisasi akan diajukan ke Bank Muamalat pusat untuk dimintai persetujuan.

“Adapun persetujuan restrukturisasi nasabah merupakan domain pusat. Selama belum disetujui, kami berharap nasabah tetap membayar sesuai perjanjian. Nasabah harus memahami bahwa kewajiban yang sudah disepakati harus diselesaikan sebaik-baiknya,” pungkas Fitrawan.

Sementara, Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Samratulangi Kendari, Edi Muthalib mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti POJK 11. BRI Cabang Samratulangi aktif mengumumkan kepada nasabah untuk segera melaporkan baik secara langsung ataupun memanfaatkan saluran e-mail, telepon seluler, dan whatsapp.

“Kami menerima banyak pengaduan dari nasabah. Namun kami tekankan bahwa tidak semua debitur bisa mendapat perlakuan khusus dari regulasi POJK. Keringanan kredit hanya akan diberikan kepada debitur yang benar-benar terdampak,” ujar Edi melalui teleconference bersama awak media, OJK, dan Industri Jasa Keuangan.

Dalam penerapannya, BRI Cabang Samratulangi Kendari mengacu pada prosedur yang diturunkan kantor pusat dengan tetap merujuk pada aturan OJK. Ia berharap para debitur memahami bahwa hanya mereka yang benar-benar mengalami perlambatan usaha yang berhak mendapat restrukturisasi kredit.

“Usaha mereka harus benar-benar masih berjalan. Kami akan lakukan survei lapangan untuk melihat kondisi usaha debitur. Apakah berhak mendapatkan kebijakan restrukturisasi kredit atau tidak. Keputusannya akan keluar paling cepat 1 minggu,” terangnya.

Pemimpin BNI Cabang Kendari, Muzakkir mengatakan, pihaknya juga sudah menerima beberapa pengaduan. Sektor dominan di antaranya berasal dari perhotelan dan perdagangan. “Ini prosesnya gampang. Debitur hanya perlu bernegosiasi dengan bank. Urusan administrasinya juga gampang. Intinya, nego,” ujarnya.

Pimpinan BNI Syariah Cabang Kendari, Muhammad Hatta menyebutkan, sudah ada sejumlah debitur yang mengajukan permohonan pelonggaran pembayaran kredit. Namun tidak semua bentuk restrukturisasi berupa penundaan kredit hingga 1 tahun. Beberapa kebijakan yang diterapkan bisa berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu pembayaran, pengurangan tunggakan pokok, ataupun pengurangan tunggakan bunga.

“Jadi bukan penundaan sebenarnya, melainkan kelonggaran. Kalau nasabahnya mampu, utang itu harus dibayar. Jangan disamaratakan bahwa semua ditunda setahun. Kalau nasabahnya cukup mampu maka tidak dilakukan restrukturisasi,” tuturnya.

Kepala Bagian Pemasaran Kredit Kantor Pusat Bank Sultra, Dino Morlan Gobriyas mengungkapkan pihaknya sudah menerima permohonan dari nasabah. Adapun kebijakan restrukturisasi yang ditetapkan meliputi penundaan pembayaran pokok hingga 1 tahun, penurunan suku bunga, serta perpanjangan jangka waktu kredit. “Kami sudah tetapkan kriteria debitur mana saja yang layak dan tidak layak mendapatkan kelonggaran kredit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution, meminta perbankan agar mengedukasi nasabah dan memastikan proses restrukturisasi tidak menyulitkan bagi nasabah. Prinsip kehati-hatian sangat ditekankan guna menghindari moral hazard.

“Ini untuk menjaga keberlangsungan industri jasa keuangan. Uang yang dikreditkan oleh perbankan ke debitur adalah uang masyarakat yang sewaktu-waktu harus dikembalikan. Karenanya, perbankan harus menjaga kesehatan likuiditasnya agar kepercayaan masyarakat juga tetap terjaga,” ujar Mohammad Fredly. (uli/a)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy