Merawat Kestabilan Sosial, Oleh: Prof. Dr. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Merawat Kestabilan Sosial, Oleh: Prof. Dr. Eka Suaib

KENDARIPOS.CO.ID — Tak pelak, orang kini menjadi panik moral. Penyebabnya, efek pemberitaan yang dijejalkan secara massif dari pandemi korona. Orang atau kelompok masyarakat kehilangan fungsi sosial. Terjadi hampir semua segmen.

Prof. Dr. Eka Suaib

Pada saat ada orang di dekatnya bersin dan batuk, menjauh. Padahal, bisa saja, flu biasa. Orang kehilangan rasa empati, tidak mau menolong orang. Jika ada orang yang terjatuh tiba-tiba dari sepeda, atau sepeda motor, orang menghindar. Padahal, belum tentu korona. Tiba-tiba, orang menolak pasien positif korona tidak dikubur di kawasan yang dekat tempat tinggalnya.

Kini, ‘terpaksa’ angkutan umum perlu dihindari. Juga termasuk transportasi on line. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Sudah ada anjuran dari pemerintah. Saat ramadhan, aktivitas ibadah di rumah saja. Logis, menghindari ruang sosial khawatir tertular virus.

Padahal, sejak dulu, peradaban manusia menunjukkan bahwa manusia itu memiliki sifat dasar/alamiah untuk hidup secara sosial. Makan atau tidak makan, yang penting kumpul. Kini, muncul peradaban baru. Yakni pembatasan sosial.

‘Peradaban baru’ di atas, bisa ditafsir dapat menyebabkan mandeknya fungsi-fungsi sosial individu.Soalnya, salah satu media penularan virus ini yakni manusia.Cukup dengan bersentuhan, virus ini akan berjangkit. Satu orang yang sudah positif, lalu kontak erat dengan orang tersebut, kemungkinan besar bisa terjangkit. Selama belum ada obat yang ditemukan, maka pembatasan sosial menjadi salah satu rute.Tentu saja bisa memicu efek domino pada sektor berikut nya. Paling terasa di bidang ekonomi. Yakni terjadi penurunan produktivitas kegiatan ekonomi.

Tapi, jangan salah. Bukan berarti kita kehilangan sifat gotong royong. Berbagai macam penggalangan dana untuk memberikan bantuan kepada sesama warga yang membutuhkan. Penggalangan dana tersebut nantinya disalurkan dalam bentuk keperluan medis maupun kebutuhan sembako bagi masyarakat menengah ke bawah di sektor informal.

Riswan, pengusaha konveksi menyumbang Alat Pelindung Diri. Desainer Anne Avantie, melalui akun instagram turut tergerak untuk membantu atasi dampak akibat virus korona. Hidayatullah, ketua JADI Sultra membuka Posko Ketahanan Pangan di kawasan MTQ.

Perlu ada gerakan bersama. Simpati, empati, mendorong orang tolong menolong bersolidaritas memberi bantuan. Kita perlu memberi apresiasi pada semua pihak yang bekerja keras dalam menangani pandemi ini. Tidak ada jalan lain, tumbuhkan sikap optimisme. Jauhi sikap negatif saling menyalahkan. Fokus menghadapi pandemi menuntut sikap kenegarawan. Sembari itu, kita mendorong agar negara tetap kuat untuk melaksanakan fungsi-fungsinya secara efektif. Bahu-membahu dengan penguatan modal sosial, yang rupanya tidak terkikis akibat pandemik ini. Dengan cara itu, Insya Allah kita mampu merawat kestabilan sosial. Kini dan yang akan datang. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy